"LIfe is an ART. We Create Our Own Colour of Destiny"
(Ira Lathief)

Wednesday, August 31, 2016

Cinta Yang Membingungkan


Mereka punya nama yang indah untuk memanggilmu.
Mereka yang lain punya panggilan agung untuk menyebutmu.
Tapi aku punya panggilan sayang sendiri untukmu.

Mereka yakin kau berada nun jauh disana.
Mereka yang lain percaya kau hadir dimana mana.
Bagiku, dirimu bersemayam di hatiku senantiasa.

Mereka punya seribu cara harus diikuti untuk memujamu.
Mereka yang lain punya sejuta aturan harus dijalani untuk merayumu.
Tapi aku memilih jalanku sendiri untuk mendekatimu.

Mereka yakin kau hanya milik golongan mereka.
Mereka yang lain percaya kau kepunyaan kelompok mereka saja
Bagiku, dirimu terlalu Maha untuk dimonopoli sesiapa siapa.

Sebenarnya, siapakah namamu?
Sesungguhnya, dimanakah rumahmu?
Semestinya, bagaimana cara untuk mencintaimu?
Sejatinya, siapa yang berhak memilikimu?

Ah betapa cinta ini sungguh membingungkan.
Dapatkah kau menjawab pertanyaanku, Tuhan ?

(Agustus 2016)

Puisi Untuk Sahabatku

Aku rindu saat itu.
Dimana saat bertemu tatapan mata kita selalu beradu.
Dimana saat bertemu perhatianmu hanya tertuju kepadaku

Aku rindu saat itu.
Saat kamu selalu menggebu gebu berbagi kabar terbarumu.
Kamu tak perlu seisi dunia tahu kabar terbaru tentangmu.
Kamu hanya perlu kehadiranku untuk mendengarkan ceritamu.

Aku rindu saat itu.
Tiap perjumpaan mendekatkan hatiku dan hatimu.Terasa Syahdu.


Kini tak kurasa lagi saat itu.
Tiap perjumpaan menjauhkan hatiku dan hatimu. Terasa membeku.

Kini tak kurasa lagi saat itu.
Kamu tak lagi menggebu berbagi kabar terbarumu kepadaku
Kamu lebih berburu mengabarkan kepada seisi dunia tentangmu
Kamu seperti tak perlu kehadiranku untuk mendengarkan ceritamu

Kini tak kurasa lagi saat itu.
Karena saat bertemu matamu enggan untuk menatapku
Karena saat bertemu perhatianmu slalu terpaku pada layar HP-mu.
Kamu membuatku cemburu pada layar HP-mu

Ah tapi aku sungguh rindu masa dahulu.
Bisakah kita ulangi kembali saat saat indah itu?

(Agustus, 2016)

Seribu Tahun Lagi

Kepada Engkau yang melampaui waktu.
Kusampaikan rasa rinduku yang menggebu.
Rasa rindu yg kerap menjadi pilu dalam kalbu.

 "Tak perlu sedu sedan seperti itu.
Aku hanya binatang jalang, hidupku sekali berarti sudah itu mati", begitu dahulu ujarmu selalu.

Tapi sungguh, aku akan lebih tak perduli
Karena aku ingin mengenangmu untuk seribu tahun lagi 

(Agustus 2016, Untuk Chairil)

Sajak Cinta Untuk Sang Pujangga

Aku ingin memahami dirimu dengan sederhana.
Seperti arti hadirnya rintik hujan di bulan Juni bagi bumi.
Dan mengubah kehampaan dahaga menjadi asa.

Aku ingin memahami dirimu dengan sederhana.
Seperti arti hadirnya kata kata yang memecah bisunya malam.
Dan menjadikan bait bait cinta begitu bermakna.

(Februari 2016, Untuk Prof. Sapardi)

Monday, July 04, 2016

Melongok Megahnya Terminal 3 Ultimate - Bandara Kebanggaan Indonesia

Bisakah suatu bandara jadi kebanggaan warganya??
Jadi ceritanya, sekitar 15 tahun lalu saat berkunjung ke negara Malaysia dalam program pertukaran program pemuda SSEAYP, orang tua angkat saya disana sempat mengajak jalan jalan ke Bandara KLIA (Kuala Lumpur Int'l Airport) yang saat itu baru diresmikan. Saat itu, saya bingung, apa sih istimewanya sebuah bandara sampe orang tua angkat saya repot repot ngajak jalan jalan kesana. Setibanya di bandara KLIA , orang tua angkat saya dengan bangganya menceritakan tentang kemegahan bandara KLIA , dan mengajak saya poto poto di berbagai sudut airport. Pengalaman itu cukup berkesan bagi saya, karena sebelum sebelumnya, saya ga pernah di ajak ke sebuah bandara hanya untuk "pelesiran" dan "pepotoan". Saat itu saya masih nggak ngerti fungsi dan arti sebuah bandara.
Belasan tahun kemudian ketika bekerja di bidang pariwisata, saya baru menyadari fungsi sebuah Bandara, yang bukan sekadar tempat "lalu lalang" orang yang bepergian dg pesawat. Sebuah Bandara, juga bisa menunjukkan kemajuan teknologi dan pencapaian sebuah negara. Sebuah Bandara, juga bisa menjadi sebuah "icon" dan juga identitas yg membanggakan bagi warganya.
Saat membangun Terminal 3- Ultimate, PT. Angkasa Pura pun mempunyai cita cita untuk menjadikan terminal internasional terbaru di Soekarno Hatta ini sebagai bandara yang menjadi "Kebanggaan Indonesia" . Bandara Soekarno Hatta yg selama ini adalah pintu gerbang utama saat memasuki Indonesia, akan mempunyai terminal modern dan canggih, yang ga kalah dengan kemegahaan Changi Int'l Airport di Singapura atau KLIA di Kuala Lumpur .
Beruntung sekali, sabtu kemarin saya bersama para blogger dan media mendapatkan kesempatan melongok kemegahan Terminal 3 Ultimate, sebelum terminal ini dibuka unttuk umum di bulan Agustus. Proyek pembangunan terminal canggih ini katanya memakan biaya sekitar 10 Trilyun dan menempati lahan sekitar 442 hektar (kalo lari marathon disini bs berapa ratus kali puteran tuh!). Desain interior Terminal 3 Ultimate ini juga bisa dibilang sangat modern dan "sophisticated" , tapi saat saya datang kemarin, nuansa "keindonesiaan" nya tidak terasa. Tapi menurut Bpk. Budi Karya, Dirut PT Angkasa Pura, nantinya di Terminal 3 Ultimate akan banyak di tambahkan berbagai karya seni anak bangsa, dari mulai lukisan hingga patung patung. Di Terminal 3 Ultimate ini jg nantinya akan banyak digelar pameran pameran seni dan budaya yg bs memperkenalkan kekayaan Indonesia. Dan yg lebih keren lagi, saat ini dari Terminal 3 - Ultimate ini sedang dibangun jalur kereta api cepat/ commuter yg menghubungkan Bandara Soekarno Hatta dengan Stasiun Manggarai, yg rencananya sdh bisa beroperasi bulan Maret 2017. Malah katanya saking canggihnya nanti commuter nya pun tanpa awak, alias tanpa masinis..wuiih ngeri ngeri sedepp.
Wah jadi ga sabar nih nungguin bandara super keren dan "instagram-able" ini segera beroperasi, supaya nanti saja bisa ajak turis turis saya pepotoan disinih...wkwkwkww ‪#‎BanggaIndonesia ‬

Sunday, March 17, 2013

HOKI : Bawaan lahir atau bisakah dipelajari?

Apakah kamu orang yang merasa punya HOKI gede, atau orang yang merasa sering tertimpa SIAL? Kenapa ada orang yang nasibnya beruntung terus , hidupnya selalu terlihat senang dan santai?
Sementara sebagian orang sering tertimpa kesialan/ kemalangan padahal ia sepertinya sudah ngoyo bekerja demikian kerasnya?

Tapi coba deh perhatikan, mereka yang HOKI nya gede biasanya mereka orang orang yang selalu tampak HAPPY, jarang mengeluh dan banyak menebar kegembiraan. Jadi jangan salahkan nasib kalo ada orang yang sering merengut, mengeluh dan menebar amarah, sering merasa kemalangan karena HOKI memang enggan dekat dekat dengannya.

Seorang Professor di Amerika Serikat pernah meneliti tentang LUCK/ HOKI, dari penelitiannya terungkap bahwa orang orang yang selalu beruntung adalah mereka yang selalu gembira, senang dan bersyukur. Sebaliknya, si Profesor juga mengungkapkan bahwa orang orang yang sering tertimpa kesialan adalah mereka yang kebiasannya sering mengeluh, takut, sedih dan dikuasai berbagai perasaan negatif lainnya. Dan coba perhatikan kenapa si Donald Bebek ditimpa sial terus bertubi tubi, sementara rivalnya si Untung, hoki banget sepanjang hidupnya. Donald Bebek si "Sial" karena ia sering marah, mengeluh, merengut dan merasa kekurangan terhadap apa saja.

Sementara Untung si"Raja Hoki" adalah pribadi yang selalu happy, gembira, tenang, dan dipenuhi berbagai perasaan positif lainnya. Banyak orang gak sadar bahwa kemampuan untuk BERGEMBIRA itu lah yang mendatangkan KEBERUNTUNGAN / HOKI. Karena BERGEMBIRA adalah kemampauan untuk BERSYUKUR.

Dan agama apapun telah mengajarkan tentang sangat pentingnya untuk Bersyukur. "Bersyukurlah (Bergembiralah), maka rezekimu akan bertambah." Are you a LUCKY person? HOKI itu bukan bawaan lahir, tapi bisa didatangkan dari kebiasaan kebiasaan cara berfikir kita sendiri. Sekali lagi jangan salahkan nasib kalo dirimu sering tertimpa kemalangan..

HOKI itu memang ga mau deket deket orang yang dipenuhi keluhan, amarah, rasa takut , serta dikuasai berbagai perasaan (aura) yang negatif. Mau jadi spt si Untung yg hoki terus atau spt Donald Bebek yg sial trus? Its your choice!  
Remember,everything ALWAYS happen for a reason. And your thoughts is what shaping your Destiny 

Saturday, February 27, 2010

A Tribute to A Friend : Kisah Seorang Sahabat

Sekelompok "fans berat" seorang kawan bernama Bany Akbar merencanakan sesuatu utk merayakan hari jadi Sang Master yg ke tiga puluh. Dan diriku "ditugaskan" menulis sebuah tribute untuk dirinya.

Berikut aku share tulisan tersebut utk teman2...barangkali ada jg yg nge-pens ama beliau...kikikkkkk

A Tribute To Bany Akbar

Dua belas tahun lalu, Jatinangor

Bany, demikian ia menyebut namanya untuk yang pertama kali.

Tak ada kesan berlebihan ku dapat darinya saat itu, selain ukuran badan dan bibir tebalnya.

Bany, sebuah nama yg kemudian sering ku juluki sebagai BANTAL NIKMAT (atau Bantal Nista? )

Di antara jutaan mahasiswa yang baru ku kenal saat itu (lebay dot com), Bani termasuk org pertama yang bisa membuatku merasa betah untuk berada di sebuah kampus nan gerah.

Seorang Bany lalu menjelma menjadi sosok Teman, Sahabat, Mentor, Guru, bahkan TTM alias Teman Tapi Monyet...eh Teman Tapi Mesra bagi banyak jiwa.



Tahun-Tahun yang berlalu, masih di Jatinangor


Bany, entah julukan apalagi yang bisa kulekatkan padanya seiring perjalanan waktu.

Aktivis Kampus nan Kritis sekaligus Artis Kampus nan Klimis.

Mahasiswa Perantau yang Sinting sekaligus Mahasiswa Gaool yang Happening (heee..bikin pening??)

Namun, dari begitu luasnya pergaulan yang ia miliki, ada satu julukan yang layak ditujukan bagi dirinya kala itu : Sang BEJAT (Bintang Eksotis Jatinangor :D )

Sang Waktu pun terus berkejaran, hingga waktunya kita semua meninggalkan Sang Padjadjaran....



Saat ini, Sekarang, Here There and Everywhere


Bany Akbar, demikian nama itu luas BERGEMA. Melalui dunia maya, ku tahu dirinya kini semakin BERJAYA.

Betapa dirimu saat ini telah menjalani hidup yang KAYA, BERMAKNA, dan PENUH WARNA.

Namun dari sekian banyak hati yang telah disentuhnya, satu yang tak pernah berubah dari dirinya :

Ia tetaplah sosok Teman, Sahabat, Mentor, Guru dan TTM (teteub !!) bagi banyak jiwa.



Untuk Bany Akbar, "Another Bitch with an Attitude" (demikianlah sang Master Bani menjuluki sendiri)


Ku tak tahu apa rasanya menyambut usia tiga dekade.

Tapi satu yang kutahu pasti.....di usiamu saat ini, betapa dirimu dicintai dan betapa hidup yang kau jalani begitu berarti bagi banyak hati.

Karena itu, dengan rasa gembira yang bergemuruh, ku ucapkan Selamat Hari Jadi ke Tiga Puluh!

Semoga umurmu selalu menjadi berkah, rezekimu tambah melimpah, kebahagiaan semakin merekah, dan hidupmu selalu bergairah........:-)


“Suatu hari kita akan sadari. Banyak hal yang telah kita lewati. Banyak orang yang datang lalu pergi dalam hidup ini. Tapi sahabat sejati akan selalu ada di hati, Ia tak kan pergi dan tak kan pernah mati.”




Cup cup mmuuuaaah,

Irah Gairah M.Si (Master of Sinting)


ayo tebak, yang manakah Si BAntal NIkmat di foto ini??? :D

PUISIKU UNTUK AYAH : Belajar Kehidupan dari Seorang Guru Bangsa



Peran orang tua sangatlah besar dalam membentuk "kualitas moral" anak-anaknya. Dalam sebuah wawancara di TV, Inayah Wahid- putri bungsu Gus Dur yg harus kehilangan ayah tercinta di hari ulang tahunnya - memaknai kepergian sang Guru Bangsa dengan sangat indah.

Inilah sebagian ungkapan isi hatinya dalam sebuah Puisi yang sangat mengharukan:

PUISIKU UNTUK AYAH


Kalau Aku Adalah Orang Yang Dermawan
Karena Ayahkulah Yang Mengajarkan

Kalau Aku adalah Orang Yang Peduli
Karena Ayahkulah Yang Mengajari

Kalau Aku adalah Orang Yang Toleran
Karena Ayahkulah Yang Mencontohkan

Kalau Aku adalah Orang Yang Penuh Cinta Kasih
Karena Ayahkulah Yang Memberi Tanpa Pamrih

Kalau Aku Adalah Orang Yang Rendah Hati
Karena Ayahkulah Yang Menginspirasi

Kalau Aku Menulis Puisi Ini
Karena Ayahkulah Segalanya yang Berarti

(dikutip dari Puisi Untuk Ayahku oleh Inayah Wulandari Wahid)

SOCRATES seorang Filsuf besar pernah berkata, Kehidupan yang tidak dimaknai tidaklah Layak untuk dijalani.

Album Kenangan NostalGILA - Seribu Wajah Irah Gairah

Terinspirasi dengan ALBUM KENANGAN BANCI FOTO yg dikirimkan seorang teman melalui Notes di fesbuk, maka diriku yg fotoGENIT ini pun jadi ingin berbuat hal yang sama.

Dan inilah ....ALBUM KENANGAN NAN EKSIS -nya Irah Gairah :-)

[1] LAGI JAYUS
Beginilah Korban Kebiadaban CINTA.. CINTA emang UHUYY!!

[2] LAGI TIRUS
sok sensual ahh....cup cup....mmmmuaaah....

[3] LAGI JAMANNYA NYEBAR-NYEBARIN CV LAMARAN KERJA
Dipanggil wawancara (dan akhirnya diterima kerja) di sebuah Production House karena foto ini . Kata orang HRD-nya : " Ga nahan liat nyengirnya yg kelewat lebar"

[4] LAGI MENJADI BAGIAN DARI "IDOLA INDONESIA".
Pekerjaan resmi Pertamaku setelah dapet gelar Sarjana (S.I.P).
Tugasnya adlh: MENJAGA PINTU AUDISI. Sebuah Job Desk yg sangat memeras & menguras otak seorang Sarjana Ilmu Pelet.

[5] LAGI PINGIN MENJADI BAGIAN DARI SEJARAH
Bagian muka ama badan, mana yg lebih bersejarah??


[6] LAGI LARIS-LARISNYA DITAWARIN Production House MAIN SINETRON HOROR.

Kebanyakan tawaran gue tolak krn mereka pinginnya gue berakting jadi KuntilEMAK


[7] LAGI GENDUTT DAN SUKA NUNGGING

Sempet-sempetnya numpang kentut depan meriam jagur

[8] LAGI BARENG SODARA KEMBAR, SITI NURHALIZA
Me vs Malaysian Diva : Mirip banget yah kita berdua....bagaikan pinang dibelah KAMPAK

[9] LAGI JADI PERAWAN (??) DI SARANG PENYAMUN
Gue disini berasa palinggg CAKEP

[11] LAGI DI MAKE OVER JADI KRITING (DANGDUDH)
Gue Udah mirip VETTY VERA belom? apa lebih mirip CUCU CAHYATI??


[12] LAGI KETEMU SANG IDOLA: Aira Yudhoyono

Ternyata byk persamaan antara gue dan AIRA: sama-sama LUCU, Menggemaskan, dan BULED!


[13] LAGI BERSAMA TEMAN-TEMAN YANG MAU MENERIMAKU APA ADANYA: Spongebob & Patrick
Me vs Spongebob : Mana yang lebih Nge-GEMESIN??
(Ya jelas gue dongg...tapi lebih CAKEPAN Spongebob!)


[14] LAGI CARI TAMBAHAN PENGHASILAN : BADUT ANCOL

Pinginnya sih jadi Artis (arwah titisan?), apa daya lowongan yg tersedia cuma jadi Artis Ancol


[15] LAGI POSE SENILAI 200 JUTA
Lagi ditantang tim Close Up HOOK UP utk pose segokil mungkin. Krn ada iming2 Grand Prize 200jt utk pemenangnya, gue pun beranikan diri memutus urat malu (utk yg kesekian kali :D). Dan.. beginilah pose(gokil)senilai 200jt itu.. cakepnya gilee benerr, MPOK NORI wannabe ^_^


[16] LAGI JADI "SADAKO" KESIANGAN...YG PENTING EXISSTT!!
Mo ngumpet dulu ah di sumur..hbs banyak bgt sih fans yg ngejar -ngejar minta foto bareng habis baca tulisan ini...


PS Lagi : Thanks buat ARIEF RACHMAN buat Album Kenangan Banci-nya yang menginspirasi gue meng-EKSIS-kan diri lewat ke-BANCI FOTO-an gue ini :D

Tuesday, August 04, 2009

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Penuh (I Love You Full)





Aku Ingin Mencintaimu Dengan Penuh
(I Love You Full)


Aku ingin mencintaimu dengan Penuh.
Seperti tiap tetes darah yang mengalir ke jantung untuk menjadikannya utuh.
Seperti tiap hela nafas yang menghembus dan menjadikan raga tetap berpeluh.

Aku ingin mencintaimu dengan Penuh.
Bagai sang mentari yang terus bersinar meski banyak manusia menjadikan teriknya untuk berkesah-keluh.
Bagai sang rembulan yang terus memancar meski banyak manusia menafikan cahayanya untuk melenguh.

Aku ingin mencintaimu dengan Penuh.
Bak alunan musik yang bisa menggerakkan hati tiap manusia saat dirinya terjatuh.
Bak untaian puisi yang bisa merasukkan jiwa sang pujangga saat dirinya berpeluh.

Aku ingin mencintaimu dengan Penuh.


Ira Lathief, end of July 2009

Untuk Para Pencinta dan Mereka yang Mencinta dengan Penuh.

Monday, July 20, 2009

Apakah Kita Manusia Merdeka?



APAKAH KITA (MANUSIA) MERDEKA ? :
THINK CREATIVE, THINK THE OPPOSITE


“Berimajinasilah. Berfikir dan Berjiwa Besarlah. Negri kita adalah salah satu negri tercantik di Dunia. “ (Bung Karno)

Ledakan Bom di Hotel Ritz Carlton & JW Marriot lagi lagi bikin Indonesia begitu HAPPENING ...maksudnya Heee.......Pening :-( Peristiwa ini juga seketika menjadikan Jakarta dan Indonesia menjadi tempat yang ditakuti sebagian orang.
Padahal kalau mau berfikir jernih dengan “strategi berfikir terbalik”, di saat pihak kepolisian semakin bersiaga dan meningkatkan keamanan di berbagai penjuru, ada satu kesimpulan LOGIS & RASIONAL yang bisa ditarik (tapi seringkali dilupakan banyak orang), yaitu...
JAKARTA MENJADI TEMPAT YANG JAUH LEBIH AMAN DIBANDINGKAN WAKTU WAKTU SEBELUMNYA.
Justru saat sekarang inilah menjadi momen yang paling tepat bagi mereka yang ingin mengunjungi Jakarta dan (Indonesia).
Sebagai bukti, mari lihat lihat apa yang bisa didapatkan Tricia, seorang warga Negara Malaysia dengan menerapkan Psikologi Terbalik atau “Strategi Berfikir Terbalik” .

THINK CREATIVE, THINK THE OPPOSITE
Teman saya Tricia, adalah anak muda yang Jenius.

Untuk mendukung hobinya Traveliling keliling dunia, ia menempuh cara yang sangat jarang dilakukan orang lain. Ia bepergian mengunjungi suatu tempat, apabila di tempat itu baru saja terjadi suatu bencana atau suatu peristiwa tak mengenakkan.

Saat peristiwa Tsunami terjadi di tahun 2004, ia bisa bepergian mengunjungi beberapa Negara yang terkena dampak Tsunami. Jauh sebelumnya, ia pun melakukan hal serupa dalam perjalanannya ke Indonesia.

Peristiwa Bom Bali di tahun 2002, membuat banyak orang menjadi begitu takut untuk bepergian ke Pulau Dewata. Tapi tidak bagi Tricia. Kejadian itu dilihatnya sebagai Peluang terbaik untuk segera melakukan perjalanan ke Bali.

Tiket pesawat ke Bali dengan potongan 50% dari harga biasa didapatkan Tricia. Penginapan dan berbagai akomodasi di Bali juga didapatnya dengan harga yang sangat murah dan mudah .

Karena saat itu tingkat kunjungan ke Bali menurun drastis, maka selama berada disana, Tricia dilayani layaknya tamu oleh VIP oleh mereka yang bekerja di Hotel dan tiap lokasi yang dikunjungi. Tricia pun benar-benar merasakan seperti mengunjungi sebuah surga yang membuatnya betah.

“Strategi berpikir terbalik” yang dilakukan Tricia benar benar suatu cara jenius untuk mewujudkan impiannya berkeliling dunia.

Saat semua orang memilih jalur A. Orang yang Kreatif berani menempuh jalur B. Dan disanalah ia menjadi satu-satunya orang yang mendapatkan EMAS yang dicari semua orang.


APAKAH KITA (MANUSIA) MERDEKA?? :

“Indonesia emang semakin kacau balau.” ,
“Kapan yah negri ini bisa aman tentram??” atau
”Teror ini pasti dilakukan karena gak puas dengan pemerintah yang sekarang.”
dan sebagainya adalah respon yang mungkin kembali menjadi keluhan sebagian orang akibat peristiwa ledakan bom di Jakarta.

Ini adalah suatu respon yang wajar. Tapi ini adalah sesuatu yang berdasarkan reaksi emosional (Emotional Reaction).
Dalam situasi yang sedang DIUJI seperti sekarang ini, orang-orang Indonesia harus punya rasa Kepercayaan Diri (Self Confidence) yang tinggi untuk tidak dikuasai kemarahan-ketakutan,-kekecewaan-kedukaan, dan semua emosi negatif yang membuat kita terus mengeluh, menjadi melankolis, mengasihani & merendahkan diri sendiri, mencari-cari Kambing Hitam (kasian sekali si Kambing ini...), bahkan ikut-ikutan menjadi penebar terror dan Kompor yang meleduk ke seluruh penjuru bumi.

Kalau tidak berhati-hati, kita bisa terperangkap “Skenario” yang memang diinginkan si Teroris/ Pelaku Bom. Secara pikiran, emosi, dan tindakan menjadi tidak lagi MERDEKA, tapi dikendalikan orang lain dan pihak di luar diri kita (baca : PENJAJAH) . Dan ini adalah hal yang sangat buang-buang energi. And It’s so last century getuuu lohh.

Bangsa Indonesia adalah orang-orang yang PERCAYA (KEMAMPUAN) DIRI, CERDAS , KREATIF, OPTIMIS dan BAHAGIA. Satu atau beberapa peristiwa yang tidak mengenakkan tidak serta merta bisa dijadikan Pembenaran untuk menilai dan mengGENERALISASI kondisi negri ini secara keseluruhan.

Tentu saja kita perlu memberi Trust yang mendalam kepada Pemerintah, Pihak Kepolisian, dan semua pihak yang berwenang untuk memperbaiki keadaan. Tapi adalah tugas setiap pribadi untuk “Bertanggung Jawab Penuh” dengan EMOSI, PIKIRAN, TINDAKAN dan KEBAHAGIAANNYA masing-masing, apabila kita betul-betul ingin menjadi MANUSIA MERDEKA.

Sebagai seorang Warga Negara, ada baiknya juga kita bantu mengenalkan/ mempromosikan kembali kepada teman-teman, kenalan-kenalan, dan mantan-mantan (ooopsss...) kita yang ada di penjuru bumi lain untuk berdatangan ke Jakarta dan Indonesia dengan menawarkan manfaat “Strategi Berfikir Terbalik”.

Tapi, kalau masih ada bule-bule (dan pale pale) yang terus Ngeyel dan PARANOID dengan Indonesia, kita perlu cukup Pe-De buat ngomong gini.........

“Mister...Jakarta dan Indonesia saat ini udah aman dan sentosa koq! Indonesia tuh negri tercantik di Dunia. Orang-orang Indonesia juga terkenal paling ramah sedunia. Kalau gak percaya, datang dan buktiin aja sendiri kesini. Kalo Lo mau datang... SYUKUR! Lo kagak mau datang....ya SYUKURIN! Sutralah Boww....Capcay Dehhhh.”


MERDEKA :-)
Ira Lathief, July 2009
-Life is An ART. We Create Our Own Colour of Destiny-

Ciri-Ciri Manusia Di Atas Rata-Rata



APAKAH ANDA MASUK AKAL??
(Ciri-Ciri Manusia Di Atas Rata-Rata)

MENARIK . Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Carl Roger memaparkan tentang kelompok orang-orang yang telah mencapai Potensi Tertingginya sebagai manusia, yang disebutnya sebagai “Self Actualized” dan Fully Fuctioning . Penelitian Roger dimulai dengan meneliti tokoh-tokoh hebat dunia, seperti Albert Einstein, Abraham Lincoln, Eleanor Roosevelt, Ruth Benedict, kemudian diperluas obyek penelitiannya kepada lingkup masyarakat yang lebih umum.

Kelompok Self Actualizer ini- yang disebutkannya memiliki kepribadian EKSENTRIK - mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata dalam aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Mereka juga dikelompokkan manusia yang sangat sehat, karena jarang sekali dihinggapi penyakit dalam tubuhnya. Mereka bahkan mengunjungi dokter hanya satu kali dalam beberapa tahun.

Oleh banyak orang, para Self Actualizer ini seringkali dianggap GAK MASUK AKAL atas banyak hal yang dilakukannya. Uniknya, para Self Actualizer inilah yang paling banyak melakukan pembaruan, inovasi, dan berbagai terobosan luar biasa untuk lingkungannya.

*Berikut ini adalah ciri-ciri para Self Actualizer, Kelompok Manusia di atas rata-rata:

1. Mereka menilai situasi secara obyektif, akurat dan jujur. Mereka bisa menilai kebohongan.
2. Mereka menerima kekurangan diri sendiri, kelemahan orang lain, serta pertentangan hidup.
3. Mereka tidak dapat dilarang, tidak perduli dengan apa yang dipikirkan negatif oleh orang lain, aktif dan terlibat (SPONTAN).
4. Mereka mempunyai misi, tugas, tujuan, di luar urusan diri pribadi yang harus diselesaikan.
5. Mereka BANYAK AKAL, relatif bebas dari ikatan budaya dan sosial tertentu, dan tidak tergantung dengan otoritas di luar dirinya.
6. Mereka sangat menikmati hidupnya. Mereka memiliki Keluguan dan Visi seorang anak kecil, yang terus memperbaharui rasa penghargaan terhadap anugrah kehidupan.
7. Mereka mempunyai keterikatan tinggi dengan Kemanusiaan.
8. Mereka mencintai, mempunyai ikatan-ikatan/ hubungan interpersonal yang mendalam dengan orang lain.
9. Mereka punya rasa HUMOR yang tidak menyinggung. Mereka suka mentertawakan diri sendiri dan kejadian hidup yang menggelikan.
10. Mereka sering mengalami Peak Experiences, yaitu memberi perhatian penuh, terpesona, dan terpikat terhadap sesuatu. Mereka juga mudah menerima ide, inspirasi, ilham, atau berbagai pengetahuan yang datang dari mana saja.

Apakah ada orang-orang di sekitar Anda yang memiliki ciri-ciri manusia "GAK MASUK AKAL" seperti di atas??

Kalau ya, mungkin mereka termasuk golongan SuperMAN ....atau kalau gak, yah masuk golongan SOPIR Man....hehehehe

George Bernard Shaw, seorang Pujangga Besar, pernah berkata : “Orang-orang yang masuk akal mengadaptasikan dirinya dengan dunia. Orang yang tidak masuk akal mengadaptasikan Dunia dengan dengan dirinya. Semua kemajuan bergantung pada orang-orang yang tidak masuk akal. “

*Disarikan dari buku PSYCHOSUFI: Terapi Psikologi Sufistik Pemberdayaan Diri , Chapter : Aktualisasi Diri (Dr. Lynn Wilcox) .


Ira Lathief, July 2009


“Mereka yang telah mengetahui dirinya, telah mengetahui Tuhannya.”
(Mohammad SAW)

DOA Terindah Yang Pernah Terucapkan Seorang Ibu



DOA Terindah Yang Pernah Terucapkan Seorang Ibu

(Dreams Fade Away, When Love and Hate Collides)

Orang tua seringkali menjadi ”penghambat terbesar” impian-impian anaknya.

Dulu, ibuku sering bersikap negatif terhadap pilihanku.
”Wartawan? Ga ada cita-cita yg lebih bagus? ” atau
” Mau jadi orang kayak apa kuliah di perhotelan?”.

Terbiasa dengan banyak penolakan, aku pun tumbuh menjadi pribadi yang insecure,peragu, tidak percaya pada diri sendiri, dan selalu membutuhkan persetujuan orang lain dalam mengambil keputusan.

Waktu-lah yang membuat ibuku bertransformasi di tahun-tahun terakhir hidupnya.
Beberapa saat sebelum kepergiannya, ia pernah bertanya lagi tentang impianku.

”Aku ingin jadi wartawan, Ma ” .Lalu ia menanyakan alasannya.
”Karena aku suka jalan-jalan. Aku Ingin keliling dunia, Ma”, jawabku yang kala itu sedang mempersiapkan hari wisudaku.

Mendengar jawabanku, ibuku pun tersenyum dan berkata.
” Jadilah apapun yang kau inginkan. Mama mendukungmu, sayang .”

Sebaris kalimat di atas ternyata menjadi DOA terindah seorang ibu yang pernah terucap untuk anaknya.

Ibu, walau kau tak pernah sempat menghadiri wisuda sarjanaku,
Kini tlah kudapatkan semua yang pernah kuimpikan
Rasanya ini tak mungkin tanpa kasih suci yg kau beri.
Ibu, Betapa ku ingin memelukmu sekali lagi..


Ira Lathief, June 2009
Dedicated to every Mom who have transformed Heaven on Earth

Saturday, September 22, 2007

Rockin' Girl Blogger versi Ira Lathief

A Tribute To My Amazing Friends


(Rockin' Girl Blogger versi Ira Lathief )




Beberapa waktu lalu aku mendapat sebuah “hadiah kejutan” dari seorang Ibu Dokter cantik, yang memilihku sebagai salah satu dari lima Rockin’ Girl Blogger versi Vina Revie (sumpeh.....ini emang bikin kagedh , secara diriku yg selama ini dijuluki “Dangdut ”, tiba2 dapat gelar “ Rockin" )--->Atau apakah Rockin' Girl itu maksudnya : "Gadis Batu??" :p


Eniwei...buswei....sebage konsekuensinya, aku kudu meneruskan lagi "Award" The Next 5 Rockin’ Girl Blogger pilihanku (hmmm....sebenernya sih, aku gak rela alias gak sudi ‘mahkota’ itu dikasi ke orang lain. Tapi kan masih banyak janda-janda..., eh maksudnya perempuan-perempuan lain di negri ini yang juga layak mendapat gelar Miss Universe atawa “Rockin Girl Blogger”).


Dari hasil investigasi, kasak-kusuk, desas-desus, insert pagi siang sore, serta cek ricek dan kroscek seputar indonesia, aku mutusin untuk meneruskan penghargaan tersebut kepada para blogger yang mau menceritakan “jatuh bangun” nya Kristina Dangdut....eh, perjuangan mereka dalam mengejar mimpi-mimpi.

Dan hari ini, Akhirnya....(dengan suara membahana mode on, seolah-olah berada di panggung 17-an) . “Mahkota” Rockin’ Girl Blogger, aku serahkan kepada lima orang penggemarku...eh lima orang temanku yang mengagumkan, yaitu:


1. WINA ASWIR. Ibu satu anak ini salah satu org yg punya jasa besar buatku, perihal urusan tulis menulis dan ber-blogging ria. Dlm blognya, bisa dilihat proses panjang Wina dlm mewujudkan byk impian; ngeliat anaknya bisa ngomong, jungkir balik cari duit tanpa nodong suami, bisa diterima jadi penulis skenario sinetron di Kerajaan Parwez Bersaudara, dll. Dan....akhirnya, cita-citanya terkabul, dapurnya kembali ngebul, yuk dadah babai modal dengkul :)

2. NILA OBSIDIAN. Dari blognya, kelihatan jelas ibu dua orang anak ini emang luar biasah (yah isengnya, yah cerdasnya, yah tahan bantingnya :P). Si teteh pun mau jujur ketika mengalami “fase-fase mellow”. But she has succesffully transformed her life. Intinya....si teteh berhasil bangkit ...maju tak gentar, membela yang bayar, eh ... jadi orang yang lebih berbahagia ceunah.... (oh...so sweeet )

3. ETNA HANNIE. Berbagai pengalaman konyol bin DODOL yg ditulis dalam blognya, nunjukkin si Hannie punya sense of humour yang tinggi. Dan belum lama ini, cewek gokil ini berhasil mewujudkan impiannya menjadi penulis buku gokil! Congrats Han, emang gak sia-sia dikau jadi orang gila selama ini...kikikik

4. SARAH UTAMI. Wanita cantik ini rela meninggalkan segala comfort zone buat mewujudkan impiannya menjadi penulis profesional. Dalam tulisan2 gokil di blognya terlihat transformasi si neng geulis dari fase “misuh-misuh” ke fase “penuh cinta” sebagai pengejar mimpi. Keep dreaming yah neng, teruslah kejar....angkotmu...eh semua impianmu!

5. SYUFRA BINTANG. Syufra adalah sahabatku sejak masa kuliah, dan dari blognya aku bisa selalu “membaca” hidupnya (dan suaminya) kini yang penuh warna. Walau sempat jatuh bangun sebagai pekerja NGO, karir Syufra kini melesat naik (plus tajir!). Dalam banyak hal, Syufra juga adalah sumber inspirasiku. (Ssst..jeng, walau kini faktor ketebalan dompet memisahkan kita, tapi akyu tetap temanmu yah.. )

Ok, sekarang giliran Wina, Nila, Hannie, Sarah dan Syufra untuk meneruskan Award Rockin’ Girl Blogger favorit masing-masing, ya! Awas, kalo gak mau, ntar kena kutukan “terbayang-terbayang wajahku seumur hidup” ..hehehee

Buat Wina, Teh Nila, Hannie, Sarah, dan Syufra, you really Rock ! (alias Kalian betul2 BATU !! :p).
I really learned a lot from you all, my Amazing Friends...

Heaven Bless u all!

(Buat Ibu Ratu Vina Revie, titah dari Kisanak telah hamba laksanakan! *_*)

Monday, September 03, 2007

A Postcard From Heaven

Have you ever missed someone badly that your tears cant stop from falling everytime you’re thingking of that someone? That what always happened to me after my Mom passed away. Untill one day, I got a postcard from Heaven sent by my dear Mom. Written on it : Dearest my Sweetheart, I’m now having a brand new life up here, and living peacefully in abundant. God is Great, The Angels are amazing, and All creatures here are living in harmony My new home is made of 100% Pure Love, Compassion and Affection It’s been an amazing journey reaching up the Heaven eventually I really wish you were here with me now Be Good, so you could catch me up above See you soon in Heaven! Heavenly Missing you so much, Mom That postcard has made realize, my Mom is now traveling to some place that is even more beautiful than the place i’m living today. I know it’s a long way home for her to meet me again. But i know one thing for sure. I should always be happy for My mom, until i join her travel, somewhere in God’s perfect timing. (For every Mom in the world, who have perfectly transformed a heaven on earth)

Friday, August 17, 2007

MERDEKA ATAU MATI: Susahkah Jadi (Manusia) Merdeka??


Foto by Cassey


MERDEKA ATAU MATI:
Susahkah Jadi (Manusia) Merdeka?

Tes imajiner untuk mengetahui apakah kita sudah merasa
merdeka sebagai bangsa (baca : manusia).
(Pertanyaan 1)
Sebutkan 3 hal yang terlintas di kepala Anda tentang memperingati Hari Kemerdekaan??


(Sebage warga Negara yang sok baik, memperingati kemerdekaan bagiku selama ini adalah )

1.Kewajiban Upacara Bendera buat anak sekolahan (untung saat masuk kuliah udah kagak ada lagi tuh aturan!)
2. Ikut Lomba Balap Karung, Lomba Balap Bakiak, Lomba Makan Temen…eh Lomba Makan Krupuk, dsb. (biasanya selalu kalah, walaupun udah sikut sana sikut sini!) .
3. Inget lagu si Tasya (baca : LIBUR…tlah Tiba!! Hore….!! Hore…!)


(Pertanyaan 2)
Oke….lanjut .... Apa arti kemerdekaan buat hidup Anda??

(aah...ini sih pertanyaan kecil buatku.... gampil kayak upil)
“Kemerdekaan berarti Kebebasan. Maksudnya Kebebasan untuk memprotes apapun yang gak sejalan dengan pikiranku. Kebebasan menghakimi siapapun yang beda keyakinan denganku. Kebebasan ngacak-ngacak hidup orang lain. Kebebasan memaki-maki siapapun yang sedang jadi Presiden atau Penguasa . O iya...dan kemerdekaan itu berarti kebebasan melarikan diri dari kewajiban bayar pajak. Susahh bo..jadi orang bijak!”

(Pertanyaan 3)
Jadi… Apakah Anda sudah merasa merdeka setelah negri ini berdiri selama puluhan tahun??

(Wah..ini harus dikritisi serius, kan sesuai julukanku sebagai kiritikus unggulus doyanfulus)

“Merdeka sih Merdeka. Tapi negri ini makin terpuruk. Pemerintahannya semakin Korup. Hutang Negara menggunung. Maling teriak maling. Bencana ada dimana-mana. Belum lagi sistem pendidikan makin amburadul. Ngurus Sistem transportasi massal aja gak becus, kemana-mana jalanan macet. Tiap hari jadi males pergi ke kantor. Apa begini yang namanya merdeka?? ”


(Pertanyaan 4)
Weleh.....weleh.....si Komo aja ampe lewat!! Trus apa dong yang bisa dibanggain dari tempat Anda duduk saat ini??
(Nah...ini pertanyaan yang aku tunggu-tunggu...)
“Wah….. kalo itu gak ada sama sekali! Soalnya tempat ini makin kacau beliau… Semua orang sibuk sikut sana sikut sini. Tiap hari bikin stressss!! Gak ada deh sedikitpun yang bisa dibanggain sekarang! Pemimpinnya aja Gak beres ! Kalo bisa sih... pengen segera cabut deh ke Antah berantah”

(Pertanyaan 5)
Oke deeeh…., kalo gitu gimana caranya biar Anda bisa merasa merdeka sebagai manusia ???

(wahduuuh...susah banget siiiy pertanyaannya... )

“Hmm……Gimana yah?.....…Aduh…….apa ya? ....wah, maaf sudah lupa tuh!!“


Ok. Cukup kalau begitu. Terima kasih atas semua jawabannya.


Mohon tunggu…..Jawaban Anda sedang diproses.

-------------------
Berikut ini adalah hasil tes berdasarkan analisa dari tiap jawaban Anda:

Jawaban no. 1 :
Sebagai bangsa Indonesia, Anda susah jadi besar karena gak bisa menghargai siapapun yang telah berjasa untuk negri tempat Anda hidup. Kalau semua orang Indonesia seperti Anda.....Apa kata Dunia???

Jawaban no. 2 :
Selama dikuasai energi negatif, Anda tidak akan pernah bisa merasa merdeka. Walaupun bisa menguasai pihak lain, tapi sebenernya posisi Anda adalah korban dan pecundang sejati. Ingatlah bahwa orang culas, niscaya nasibnya akan naas dan memelas. Kalau Anda sering berpandangan sempit dan sinis, hidup bisa sulit dan berakhir tragis. Waspadalah!! Waspadalah!!

Jawaban no. 3:
Sebagai warga Negara Anda sungguh tak tahu malu, selalu menuntut ini itu. Padahal kontribusi Anda tak ada seujung kuku! Apalagi kalo disuruh bayar pajak langsung buru-buru ambil langkah seribu! Dasar Anda Kepala Batu!

Jawaban no. 4 :
Anda kurang bisa mensyukuri apa yang sudah Anda miliki. Anda juga terlalu egois karena selalu merendahkan segala hal di sekitar Anda . Hal itu bikin Anda sulit berkembang dan tak mampu menggali potensi terdalam dari diri Anda . Potensi Anda untuk menjadi manusia merdeka sangat minim. Karena Anda tidak mau peduli dengan dunia tempat Anda berpijak sekarang, mungkin Anda jauh lebih berpotensi jadi jin tomang atau jin iprit.

Jawaban no. 5:
Sebagai manusia, otak Anda sangat jarang digunakan. Mungkin presentasi pengunaannya hanya menyerupai otak udang.



KESIMPULAN:
Apakah Anda sudah merasa merdeka atau belum sebagai manusia, tergantung dari bagaimana pikiran yang ada di otak Anda. Kalau gak pingin selalu merasa terjajah dan Anda ingin nasib berubah…..Cuci Otak dulu sanah di antah berantah!!

------------------------

" Terlepas dari apakah Anda berpikir Anda bisa atau Anda tidak bisa, Anda benar dalam keduanya"
(Henry Ford 1863-1947)

(Inspired by The Secret/ Rhonda Byrne , liat review-ku atau liat websitenya)

Friday, July 13, 2007

ARE YOU HAPPY TODAY??


ARE YOU HAPPY TODAY?
(NostalGILA krisis seperempat baya)


“ Jangan rancu dalam memperlakukan hidup dan pekerjaan, karena pekerjaan hanyalah salah satu episode kecil dari kehidupan” (Anna Quindlen, Penulis )

Pertanyaan berikut ini pernah diajukan kepadaku:

“Pernah gak sih loe ngerasa boseen dengan kerjaan, ampe bikin idup loe sengsara? “

"Pernah gak sih loe dilanda krisis kehidupan yg bikin idup loe jd hampa?"


Jawabanku:
Saya Pernah. Saya juga. Saya MINUM DUA ! :)

Sebagai seorang lajang (bermata jalang), bukan berarti hidupku selalu happy-happy aja, ga pernah dilanda krisis apalagi krismon (krisdayanti montok??). Kalaupun wajahku terlihat sumringah, bukan berarti hidupku ga pernah resah dan gelisah (geli..geli basah?) dilanda masalah. Kalaupun senyumku sering tersungging, bukan berarti kepalaku ga sering pusing ampe nungging-nungging.

Aku pun pernah sekian lama dilanda krisis yang bikin gairah hidup menipis .
BEGINI CERITANYA ..(diucapkan jumawa ala presenter KISMIS)*woi-garing-abis*

Quarter Life Crisis : Saat Kehampaan Itu Datang
Dulu aku gak pernah tau apa yang dimaksud Quarter Life Crisis, sampai saat ditugaskan mewawancarai Happy Salma - si artis muda nan sexy- di penghujung tahun 2005 tentang new year resolutions. Happy kelihatan bimbang, bahkan mengaku ga punya resolusi baru untuk tahun yang baru. Berbeda dengan namanya, saat itu aura kegembiraan memang tak tampak di wajah gadis ini (Gadis? sok tau ye…).

“Sebenarnya saya ga punya rencana yg pasti untuk setahun ke depan. Gak tau yah.. belakangan ini saya sering ngerasa gak yakin dengan tujuan hidup sendiri.. Mungkin karena saya lagi dilanda krisis hidup seperempat baya kali ya…” begitu Happy beralasan.

That was it!! Saat itu aku menyadari persamaan antara diriku dan Happy. Bukan karena lekuk badan kita yang mirip (body-nya mirip angka 8, dan body-ku mirip angka 0), tapi karena “kehampaan” yang sama-sama saat itu kita rasakan.

Padahal di usia mencapai seperempat abad, aku sudah mendapatkan banyak hal yang kuinginkan. Saat itu, aku sudah berhasil bergabung dalam “nama besar” dengan penghasilan lumayan besar (pasak daripada tiang). Tapi saat itu duniaku terasa menyempit. Pikiranku jadi tulalit. Bukan karena ritseleting celanaku sering kejepit akibat perut semakin membuncit kebanyakan selulit, tapi karena kehampaan yang begitu menghimpit.

Ketika masih “ber-status” mahasiswa di Jurusan HI (Hubungan Intim), hidupku memang berwarna dan bergairah. Dompet Adem Ayem; Kegiatan Macem-macem; Pacar Setia bikin hati tentrem ; Temen2 jumlahnya bejibun; Penggemar Apalagi :) Saat itu aku punya banyak rencana setinggi langit, salah satunya menjadi Istri Diplomat (apakah ini cita-cita yg cukup tinggi??? ).

Tapi nyatanya…..saat mencapai usia seperempat abad, semangatku tersisa senin-kemis; Dompet kembang kempis; Kegiatan sejenis (kerjaan + kerjaan lagi + laGILAgi kerjaan!!) ; Pacar kosong kronis; Temen2 udh berkeluarga harmonis; Penggemar Apalagi :( Jangankan rencana hidup setinggi langit, rencana sekolong jembatan aja aku ga tau!

Sebagai seorang pengagung kebebasan dan pencinta pria(!), dari dulu aku menginginkan karir yang bisa memberikanku kesempatan berpetualang (cinta). Karenanya kupilih bekerja sebage seorang juru kabar a.k.a kuli tinta. Tapi di tahun-tahun pertama bekerja, statusku sebagai kuli tinta sering tak diakui karena tergabung di “tempat-tempat-yang-dianggap-tak-ternama”. Tahun demi tahun kutentukan target, kutetapkan strategi, kumantapkan langkah, hingga bisa sampai di “tempat-yang-dianggap-sangat-ternama”. Tapi setelah itu, statusku sebagai kuli tinta malah semakin diragukan karena ditempat ini semua beritaku hanya berkutat dengan dunia keartisan.

Berbagai keramaian yang kerap kudatangi karena tuntutan kerja tak bisa membuat diriku nyaman. Bahkan di tengah keramaian, aku sering merasa kesepian. Then I realized I was not happy with my life! Apa yang salah dengan diriku? Ada apa dengan hidupku? Ada Apa Dengan Cinta? Sepi dan Sendiri …Bosan aku dengan kesunyian. Kulari ke hutan dan berlari ke pantai. Kenapa tak pecahkan saja gelasnya biar gaduh…. (loh…ini sih puisi Dian Sastro di film AADC!)

Dan aku berusaha mencari jawabannya melalui berbagai cara yang “menjanjikan’ kebahagiaan. Berbagai pelatihan self-healing seperti metode yoga, hipnoterapi, bioenergi, meditasi, ampe energi-terasi-basi (emang ada?) telah kucoba. Bermacam bahan bacaan pencerahan seperti buku motivasi, primbon, hingga stensilan (?) telah kulihat (dilihat doang?? kagak dipraktekin??). Semuanya itu menganjurkan kesamaan menuju kebahagiaan, yaitu Kenali diri Sendiri (Knowing your self and Knowing your potential) dan Selalu Berpikir Positif . Ah, kedengaran klise! Pertama…udah jelas dong aku kenal dengan diriku (secara udh puluhan tahun hidup getu loh…!). Kedua, bagaimana mungkin aku bisa selalu berpikir positif.....sedangkan membaca saja aku sulit ….


Penunjuk Jalanku Menemukan Kebahagiaan
Kalau otak terlanjur dangkal, hati kadung bebal, pikiran negatif terlalu menggumpal dan lemak semakin menebal, saran sebagus apapun pasti mental. Tapi ketika dikondisikan oleh keadaan yang membuatku merana seperti ditampar-dijenggut-dicengkeram-ditendang-abis-abisan-layaknya adegan-kekerasandalamrumahtangga-di-sinetron-religi, barulah aku diharuskan berpikir.

1. Need Vs Want= Mana yang aku pilih??
Suatu kali aku ditugaskan meliput artis Roy Marten yang ditahan di Polda karena kasus kepemilikan narkoba. Saat sedang BT (birahi tinggi??) seharian nunggu, tiba-tiba seorang rekanku Mentari (bukan nama sebenarnya) datang bersama Anna Maria, istri Roy. Ternyata hari itu Mentari sedang off dari jadwal kerja untuk menemani Anna. Yang lebih mengagetkan, Mentari tak malu mengaku kepada rekan-rekannya bahwa adiknya juga sedang ditahan di Polda atas kasus yang sama. Disitu aku takjub melihat keakraban Mentari dan Anna Maria. Kudapati betapa Mentari seorang yang penuh cinta kasih saat mau mengakui kepada orang banyak bahwa adiknya adalah seorang tahanan. Betapa kehadiran Mentari bagaikan cahaya yang menghangatkan orang-orang sepertiku yang hampir mati beku karena kedinginan.

Ketika itu, Mentari dan diriku sama-sama wartawan infotainment. Tapi, tak pernah aku dengar ia mengeluh karena beban tugas apalagi dipusingkan dengan cap pemburu gossip. Sementara, aku sering kesal saat status kewartawananku diremehkan. Akhirnya aku cuma mau menghubungi para artis untuk kepentingan rating, tanpa pernah berusaha memahami mereka. Di luar urusan liputan, aku malah balik memaki-maki mereka. Ternyata pikiran picik ini, membuatku tak bisa memaknai apapun yang kukerjakan, selain menjadi si pengeluh sejati. Belum lagi aku sering merasa sengsara karena hidupku begitu dikendalikan oleh jadwal shift (nasif) dan rating yang membuatku terbelenggu. Dengan sombongnya kuanggap proses yang harus dilalui saat itu tak akan bermanfaat apapun dalam perjalanan karirku. Jangan-jangan sebagai juru kabar, selama ini aku berkejaran dengan waktu bukan ingin mengabarkan kebenaran, tapi hanya untuk mendapatkan pengakuan???


I am indeed what i think. Begitu pikiranku terbelenggu dengan berbagai pikiran negatif, begitu pula hidupku benar-benar menjadi terbelenggu. Aku lupa memaknai tiap langkah yang harus kulalui, hingga mengabaikan tujuan sebenarnya dari profesi yang kujalani. The adventures, The Travel oppurtunities, Being the first to know about important things in this country, being able to attend amazing events as a member of the press......Bukankah itu semua yang sejak dahulu aku impikan?? Setelah semua kudapat, aku malah memusingkan anggapan orang, segala beban kerja yang tinggi, dan segala peraturan perusahaan yang bikin mumet. Jadinya hidupku begitu dikendalikan oleh pekerjaan ! Saat kerjaanku sedang enak….hatiku begitu senang!! Saat kerjaanku sedang enek…..aku lari ke om senang…eh hidupku begitu meradang!

Leonard, seorang Natural Healer, guru dan motivatorku pernah berkata , "Yang penting bukan pekerjaannya. Tapi bagaimana kita memaknai apa yang kita kerjakan. Cobalah lihat segalanya dengan indah, dan semuanya akan menjadi indah. Berdamailah dengan jiwamu yang indah, dan kau akan bisa melihat segala sesuatunya menjadi indah."

Appaan tuuuh? Kalo kata Jaja Miharja!!! Kalo kataku.....Sutra laah boo ...Klise amat sih sarannya!! Gak aplikatif!! Gak solutif!! Kagak ngerti.......

Malaikat penjagaku menimpali :
" Makanya udah dikasi otak tuh dipake! Jangan dipikirin bebannya mulu dong, pikirin aja duitnya! Udah untung masih ada orang yang mau menggaji !! Kalo gak mau disuruh-suruh, yah jadi boss aja bikin perusahaan sendiri getu loh!! Emang sampe kapan itu otak cuma dipake 1 persen??"


2. Kenalkah Aku dengan diri sendiri??
Ada anggapan, untuk mengetahui orang baik, lihat saja dari kawannya. Orang baik itu disayang banyak orang dan punya banyak kawan dimana-mana. Pelita – seorang resepsionis berwajah rupawan, di tempatku bekerja dulu- adalah contoh istimewa. Sepengetahuanku, Ia termasuk karyawan yang sangat jarang mengeluh dan selalu memperlakukan semua orang sebagai kawan. Di “ruang kerjanya” yg begitu terbatas, dunia Pelita tampaknya begitu luas . Sering kujumpai Pelita dikelilingi berbagai orang , dari level office boss sampe office boys, yang sedang curhat masalah kerjaan disampingnya. Wajah yang selalu terlihat segar dan pribadi yang sangat ramah, membuat kehadiran Pelita seperti “lilin kecil” yang menyinari kegelapan. Padahal sebagai karyawan honorer yang harus berjuang dengan upah minim sambil menyelesaikan kuliah, mungkin persoalan hidup Pelita tak kalah rumit dari siapapun.

Kalau Pelita selalu terlihat segar dan ramah, aku selalu SEGAR (senantiasa GARANG) dan berkepribadian RAMAH (Rajin Marah-marah!!). Siapa juga yang betah berlama-lama dengan orang yang sering mengeluh dan melenguh seperti ini? Padahal sebagai kuli tinta, “Ruang Kerja” ku sangat luas dan tak terbatas , tapi aku malah merasa duniaku semakin menyempit. Memang begitu banyak orang yang kujumpai, tapi sebenernya aku gak tau apakah mereka benar-benar menganggapku sebagai kawan atau sekedar rekan kerja yang tak meninggalkan banyak makna. (istilahnya "kalo Loe ada syukur...kalo Loe kagak ada syukurin!"). Mungkin ini juga yang bikin orang bule sono membedakan terminologi friends (kawan) dan kenalan/rekan kerja (colleagues).

Seringkali setelah tugas liputan selesai, begitu saja kulupakan para narasumber dan orang-orang yang pernah membantuku dalam urusan kerja! Dan di luar urusan kerjaan, aku susah sekali meluangkan waktu saat ada yang membutuhkan! Seorang kawan pernah berkata, hal yang aku alami adalah wajar, karena pergaulan sifatnya seperti bentuk segitiga yang mengerucut kecil ke atas. Semakin usia bertambah, semakin sedikit jumlah kawan yang dimiliki. Benarkah?? Betapa sengsaranya hidup seperti segitiga, menjadi satu titik saat tiba dipuncak! I might be so lonely at the top!
Rasanya bertahun-tahun lalu aku punya banyak kawan yang mengelilingiku!! Kemanapun pergi, selalu ada kawan yang hadir untukku. Kemana kawan-kawanku sekarang??? Dimana mereka yang dulu selalu peduli padaku??Tunggu dulu...memangnya aku peduli dengan mereka?? Aku sendiri pun lupa kapan terakhir kali bersedia meluangkan waktu yang berkualitas untuk mereka-yang kuanggap kawan!! Di-SMS, aku males bales!! Di-telepon, aku pura-pura lagi miting (mijit kepiting!!)! Diundang acara apapun, aku jarang datang!! Aku baru mau menampakkan batang idung di pesta-pesta pernikahan (maklum, pengen hunting lekong sambil ngembat makan gratisan!). Tapi di luar itu, ntar dulu! Dengan dalih (sok) super sibuuuk, ada sejuta alasan untuk menghindar tiap kali mereka membutuhkan kehadiranku (Udah stress ama urusan kerjaan kaleee.... mendingan pilih molor dong!)

Dan ternyata ..life means nothing without friends!! Mungkin itulah yang bikin hidupku semakin kering . Rasanya aku ingin kembali ke masa lalu, saat hidupku penuh warna dengan kehadiran banyak orang yang membuatku istimewa sebagai manusia!! Malaikat Penjagaku kembali “mendampratku” kembali, “Ngapain sih ngebanggain masa lalu?? Yang penting kan hidup loe sekarang!!” Yah seharusnya lika liku dunia kerja bisa mendewasakan diriku, bukan malah mentransformasiku menjadi makhluk angkasa luar yang selalu merasa terasing dan kehilangan jati diri. Mungkinkah diriku memang tak lagi mengenali diri sendiri??


3. Kesuksesan seperti apa yang aku mau??
Menurut Jennie S.Bev, seorang guru dan inspirator bagi banyak orang, kesuksesan itu adanya di pikiran. It is not a journey, nor a destination. It is already within you. Di ROTARACT CLUB
sebuah organisasi sosial-kepemudaan, aku disadarkan bahwa hidup ini tak selebar daun kelor, cuma buat ngurusin kantor, molor, dan kolor. Di tempat ini pula aku bertemu orang-orang luar biasa dari berbagai profesi yang memberikan contoh nyata tentang Positive Attitude, yang selalu menularkan virus positif. Apapun jenis pekerjaannya, minumnya teh botol sosro…eh, apapun jenis pekerjaannya, mereka selalu terlihat antusias, penuh sukacita dan senang berbagi kebahagiaan.

Dari mereka aku melihat makna “kepemimpinan” sebenar-benarnya. Pemimpin sejati adalah mereka – Para Pencinta Kehidupan yang bisa memahami dan mengontrol dirinya sendiri serta mencintai setiap insan manusia. Kasih (itu julukanku) , seorang kawan di tempat ini adalah contohnya. Walaupun kondisi fisiknya kurang sempurna, ia selalu menunjukkan kegairahan hidup dan terlihat penuh kasih ke setiap orang hingga aura positif dirinya membuatnya selalu bersinar.


Sedangkan aku? Kalau diibaratkan kawanku Kasih bagaikan lampu Philips yang cahayanya terus terang-terang terus, diriku ini bagaikan lampu templok karatan yang cahayanya redup segan idup pun enggan. Semakin banyak hal yang kudapat, semakin aku merasa susah untuk dipuaskan. Bukannya malah menolong sesama, aku terus melolong dan merongrong seisi dunia! Bukannya murah hati dalam membantu, hatiku malah semakin membatu dan membeku!

Apalagi setiap kali terbebani masalah, selalu ada pihak lain yang kujadikan penyebab kesengsaraanku. Selalu ada pihak lain yang harus bertanggung jawab atas segala tumpukan kekesalan, cacimaki, dan birahiku (!!) Sekian lama badanku digerogoti dengan berbagai virus misuh-misuh bin brontok stadium akut. Seakan gak rela menderita sendirian, begitu cepatnya pula virus-virus ganas itu kutularkan dan kusebarkan ke sejagat raya. What kind of a human am I?? Maybe I am not a human, but a mutant! ? Mungkin diriku ini adalah Monster berpinggul besar yang siap melumat setiap manusia!! Ataukah aku ini cuma temennya bawang....cabe deh :)

Begini sindiran sinis Malaikat Penjagaku:
Jadi kalo loe ga pernah bisa ngerasa bahagia….itu salah siapa??
Trus kalo loe selalu sengsara karena urusan kerja …itu salah bos loe???
Trus kalo loe udah jadi bos tapi tetep sengsara...itu salah anak buah loe??
Trus kalo loe selalu ngerasa Indonesia penuh bencana…itu salah Presiden loe??
Trus kalo loe jd Presiden Amerika ngerasa dunia dilanda bahaya...itu salah negara lain?
Trus kalo loe ga bisa punya temen…itu salah gue??? Ehh...yg ini sih dialog Cinta di AADC lagee

4. Apa sih sebenernya tujuan hidupku??

Gloria- seorang nenek dari Panti Jompo berusia 65 th yang kujumpai pada kegiatan yang diadakan oleh orang-orang disini, adalah contoh luar biasa bahwa Success and Happiness is about Mindset. Semuanya berawal dari dalam jiwa dan pikiran. Saat semua manula ditempatnya terlihat seperti “mayat hidup”, namun Gloria terlihat sangat bergairah, bahkan jauh “lebih hidup” dibandingkan para manula yang usianya lebih muda.
Hampir semua manula di panti tersebut menghabiskan hari dengan tidur-nonton tv-makan-tidur. Tapi Gloria mempunyai banyak aktifitas yang menjadikan hidupnya bermakna, seperti berkebun, berlatih nyanyi, ataupun mengunjungi dan menghibur rekan-rekan manula dari satu kamar ke kamar lain. “Kehidupan di panti memang membosankan, tapi saya gak mau mati karena kebosanan. Karena itu saya pilih menjadi bahagia", terang Gloria. Tentu saja ucapannya ini seperti menamparku, yang selama ini masih bisa melihat banyak tempat dan bertemu banyak orang, tapi selalu merasa nelangsa....

Seperti kata Gloria, Kebahagiaan adalah pilihan. Dan semua orang yang selalu berbahagia pasti tahu untuk apa dirinya ada di dunia ini dan apa tujuan hidupnya. Begitu juga dengan Wina Aswir, seorang penulis dan blogger, tempatku berguru banyak hal tentang blog. Dialah yang menawarkan diri secara cuma-cuma untuk mendesain segala tampilan blogku hingga bisa cantik seperti sekarang. Ia pernah bercerita bahwa hidupnya jauh lebih berharga dan bahagia setelah memilih meninggalkan dunia kerja . Sebagai fulltime mother, ia bisa lebih mengaktualisasikan diri melalui dunia blogging, dimana ia bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan kawan dari dunia maya yang begitu peduli dan perhatian kepadanya.


Benarkah aku tahu dengan tujuan hidupku yang selama ini aku jalani??? Mungkin sekian lama aku terus mengejar kebahagiaan material dan segala hal yang bersifat semu. Aku lupa menyeimbangkan kebutuhan sosial dan spiritual yang bisa membuatku menjadi manusia seutuhnya, dan bukannya Manusia Robot seperti selama ini. Seolah Flash Gordon, Aku berlari dan berlari dengan kecepatan tinggi mendahului Sang Gundala Petir, meninggalkan manusia-manusia di belakang sana yang begitu menikmati setiap langkah mereka.
Ketika aku tancap gas melibas segala rintangan dengan ngebut sampai di tujuan , tak kudapati lagi seorangpun disekelilingku. Ternyata segala hal yang telah kuperoleh, menjelma menjadi tak begitu berarti lagi, saat kusadari begitu keroposnya casing jiwa Robotku ini. Andai saja si Robot Kaleng ini kehabisan baterai , mungkin tak ada seorangpun yang berdaya menolong lagi. I might be desperately lonely to the death!


Sekali lagi Malaikat Penjagaku menimpali,
"Eh...eh dari tadi situ ngomongin tujuan hidup! Emang sebenernya tujuan hidup situ mo ke neraka kelas ekonomi apa ke neraka kelas eksekutif sih ?? Udah encok, pegel linu, rematik, dan asam urat nih, nyatetin dosa-dosa dan perbuatan bejat situ yang banyaknya segambreng-gambreng!!! "


My Pursuit Of Happiness
Arthur Schopenhauer, Seorang filsuf Jerman, pernah berkata bahwa musuh utama dari kebahagiaan adalah kesengsaraan dan kebosanan. Dua tahun sudah berlalu sejak aku bergelut dengan krisis hidup seperempat abad, dan harus terseok-seok merangkak keluar dari lubang kesengsaraan itu.

Sekarang aku telah mendapatkan “kebebasan-seperti-burung” yang membuatku bisa berkelana semauku tanpa ada pihak manapun yang mengekang . Walau untuk itu tak ada lagi jaminan sejumlah uang yang bisa kuterima di rekeningku tiap bulan. Tak bisa lagi kukenakan “nama besar” yang selama ini memayungiku kemanapun pergi. Tak kumiliki lagi kartu pers yang sekian lama telah membuatku merasa berkuasa.
Lalu …sudahkah aku hidup mapan bergelimangan sandang pangan dan papan seperti jutawan??? Dono Kasino Indrow!! Boro –boro ya bow!! Well….kita emang gak mungkin bisa mendapatkan semua hal yang kita inginkan di dunia ini. (Emangnya mau taro dimana ???)

Tapi aku tahu karena kehadiran orang-orang yang meninggalkan dan mengisi makna penuh warna dalam hidup inilah yang bisa membuatku “bahagia-berasa-kaya-raya”, walaupun nggak selalu mendatangkan harta, tahta, apalagi waria (?). Seperti kata om Charlie Chaplin, Life is a tragedy when seen close up, but a comedy when seen zoom out.
Walau kini tak ada lagi tempat berlindung yang memayungi status kewartawananku, tapi rasanya jiwa seorang Juru Kabar itu akan selalu bersemayam dalam dadaku (koq...kayak Patih Gajah Mada lagi ngucapin Sumpah Palapa??). Emang bener koq aku ini seorang kapiten....eh seorang kuli tinta amatir!!! Si Mamad temennya Surya Paloh!! So what getu lohhh ...

Jadi….tak perlu lagi kucari-cari dimana letaknya kebahagiaan, because it’s already within me and i choose to be happy!

SO….ARE YOU HAPPY TODAY????

(Untuk semua kawanku, para bintang yang bersinar terang dalam kehidupan)