Cicip Kuliner Jepang Hingga Cake Shop Harga Miring di Hotel Best Western Kemayoran



Belum lama saya bersama beberapa tmn Food Blogger cetar ibukota ngumpul bareng buat berbagi ilmu, berbagi pengalaman, dan berbagi makanan.. ..yupp paling seru itu kalo sesama "tukang makan" ngumpul bareng ngobrol ngalur ngidul tentang kuliner.

 




Bertempat di Onyx Resto, Hotel Best Western Plus Kemayoran, kita mencicipi aneka menu baru yang baru dirilis Hotel yang berlokasi di Pusat Jakarta ini. Menu yang disajikan ada yang bernuansa nusantara, western, dan juga Japanese, dari mulai Soto Abah, soto yg dimasak dg Susu (tanpa santan), Beef Curry Udon (Mie ala Jepang dg daging cincang dan kari), dan Chicken Curry Udon (Mie Jepang dengan steak ayam) , ditutup dg dessert Bownie Choco Cake (cake coklat maghteg disajikan dengan Ice Cream) ....

Yang Soto Abah itu kuah sotonya kental banget , hampir seperti perpaduan soto dan opor ayam. Mungkin karena digunakan susu yang banyak dalam pembuatannya. Kalau Beef Curry Udon daging cincang nya lembut banget, kuah karinya juga sangat terasa di lidah. Sedangkan Bownie Choco Cake terasa nikmat banget sebagai penutup. Ini adalah cake brownies dengan tekstur padat dan coklat maghteg berlimpah disajikan dengan es krim rasa kelapa....wuiiih sedaaap 

 (Soto Abah soto kental yg dimasak dengan susu , tanpa santan, Rp 59.000)




  (Beef Curry Udon, Mie Jepang dengan daging cincang dan bumbu kari, Rp 79.000)

(

   (Chicken Curry Udon, Mie Jepang dengan daging steak ayam krispi, harga Rp 59.000)


(Bownie Choco Cake Cake bronies dg coklat maghteg dan disajikan dg es krim, Rp 49.000)

Saya paling suka yang Beef Curry Udon dan pencuci mulut Bownie Choco Cake. Biasanya saya kalo makan kuliner Jepang di Resto atau Mall, tapi kali ini di dalam suasana Hotel berbintang dengan harga yang cukup terjangkau.

Beres dari makan makan di Onyx Restoran, saya melanjutkan eskplor kuliner untuk melihat aneka pastry / bakery di Jade Coffee Lounge, yang terletak di bagian lobi Hotel Best Western. Saya memang suka hunting cake di Hotel berbintang karena setahu saya banyak cake shop di hotel menawarkan harga diskon hingga 50% setelah malam hari. 

Dan benar saja, setelah tanya ke stafnya, ternyata Jade Coffee Lounge di Hotel Best Western Kemayoran ini semua pastry (cake) termasuk bakery (roti) diskon 50% setelah jam 6 malem . Uiiih....asyiik kan ! Beberapa menu cake best seller di Hotel ini seperti Oreo Cheese Cake , Red Velvet Cake, dan Opera Cake harga normalnya aja cuma sekitar Rp 18.000 - Rp 25.000, jadi setelah jam 6 malem bisa kamu beli dengan harga sekitar ceban.....Uiih Asyiiik kan. 

 (Oreo Cream Cake , Red Velvet Cake dan aneka cake seharga normal Rp 18.000- Rp 25.000, belum diskon 50%)
                                       (Opera Cake, Best seller, harga normal Rp 18.000)


                (Almond Croissant , salah satu bakery best seller, harga normal Rp 16.000)

Nah kalau mau coba kuliner ala Jepang dengan suasana beda dan juga cari aneka cake dengan harga miring, cobain aja ke Hotel Best Western Kemayoran ini.



Taman Taman RPTRA Kece - Tempat Gaul Kekinian Warga Jakarta





 
Tahukah kamu, saat ini warga Jakarta bisa mengadakan berbagai aktivitas di Taman Taman, dari mulai berolahraga, kegiatan edukasi dan bermain, hingga mengadakan pesta resepsi pernikahan secara GRATIS ???

Beberapa tahun lalu kalo pas ke Seoul- Korea Selatan, saya selalu iri liat di sana banyak taman bagus tempat beraktivitas warga, dari mulai berolahraga, ngumpul bareng sampe piknik keluarga. Sampae saya ngimpi kapan Jakarta bisa punya taman taman bagus seperti itu. Eh ternyata impian itu sekarang jadi kenyataan. 

Sejak dua tahun belakangan, banyak dijumpai Taman Taman RPTRA (Ruang Publik Taman Ramah Anak) sebagai Pusat Aktivitas warga, yang terdapat di tiap kelurahan. Pembangunan RPTRA ini adalah ide dari Ibu Veronica Tan, istri Pak Ahok yg juga adalah Ketua PKK se-Jakarta. Dan dalam pembangunan tiap RPTRA dilibatkan dan diberdayakan para ibu ibu PKK setempat.


Di tiap RPTRA, dilengkapi dengan taman bermain anak, lapangan olahraga, perpustakaan hingga ruang aula yg bisa digunakan utk semua aktivitas warga secara GRATIS. Semua RPTRA juga dilengkapi dengan free wifi dan jg ruang menyusui untuk Ibu. .Duh, Nikmat mana lagi yang kau dustakan..




Hanya dua tahun saja sejak ide Taman RPTRA direalisasikan, di Jakarta saat ini sudah ada sekitar 70an dan sedang dalam proses pembangunan hingga sekitar 180 buah. Taman RPTRA yang juga sekaligus pusat beraktivitas warga, dari berolahraga, berinteraksi, dan bermain. Saat ini byk perusahaan berlomba lomba utk memberi program donasi / CSR utk membangun RPTRA secara full, tanpa pemerintah keluar uang sepeserpun. Yang terbaru adalah dibangunnya Taman Skatepark Kalijodo yg beritanya sedang booming, dan didanai penuh oleh SinarMas Land.




Di tempat tinggal saya, dalam satu kelurahan saja (kel. Rawa Badak Utara) ada dua RPTRA baru, yang kesemuanya adalah donasi dari perusahaan (Segitiga Biru). Setiap hari , rame banget itu taman taman dikunjungi orang, dari mulai utk bermain, piknik keluarga, sampe rapat warga. Padahal tempat dibangunnya taman RPTRA itu dulunya kawasan bantaran kali yg kumuh dan suram.

Dan yang paling keren itu, taman taman RPTRA ini bisa digunakan utk menyelenggarakan pesta resepsi pernikahan warga secara GRATIS (yah kalaupun bayar, paling bayar uang kebersihan yang gak seberapa).....Menurut Pak Ahok, daripada warga bikin pesta pernikahan di gang gang sempit yang nutupin jalan, mendingan bikin pestanya di taman RPTRA aja....

Ya ampun, Pak Ahok, sampe tempat pesta kawinan warga aja dipikirin segala....tapi sampe sekarang sih belum ada warga yg pake taman RPTRA ini buat pesta kawinan...tp mungkin belum banyak warga
yang tau tentang ini...nanti deh saya jadi yang pertama bikin pesta kawinan di taman RPTRA ini....hihihi

Mau tau beberapa rekomendasi 10 taman kece di Jakarta? coba baca artikel dari hot tread kaskus ini
 https://www.kaskus.co.id/thread/58879da2ded770db768b456b/10-taman-terbaik-di-jakarta-yang-harus-agan-sistah-coba-kunjungi/
  




Kini Warga Jakarta bisa wisata keliling kota gratis dengan bis ini




Tahukah kamu, sekarang ini warga Jakarta bisa jalan jalan keliling kota dengan bis wisata GRATIS?? Bukan itu aja, warga Jakarta jg bisa pinjam/booking bis ini GRATIS utk dipakai rombongan.

Bis tingkat untuk  wisata keliling kota (Hop on- Hop off Bus) seperti ini banyak ditemui di kota kota besar dari Seoul, Singapura, hingga Kuala Lumpur, tapi biasanya berbayar antara Rp 150rb- Rp 200rb. Salah satu impian saya dahulu adalah kota Jakarta bs punya bis wisata seperti ini. 



Makanya saya girang banget pas di th 2014 Pemrov DKI Jakarta meluncurkan Bis Tingkat Wisata ini, dan GRATISSS pula ...iiih senengnya. Ga lama stlh bis ini diluncurkan, saya kepikiran meluncurkan buku baru Book "Do What You Love. Love What You Do" di bis ini. Setelah mengajukan proposal ke pihak Pemda, eh ternyata disambut dg baik dan saya dibolehkan pinjam bis keliling wisata ini untuk acara peluncuran buku saya yg begitu berkesan.
                                     (suasana peluncuran buku saya dalam bis wisata)


Ide awal bis wisata ini memang dimulai saat Jokowi masih jd Gubernur dengan diluncurkan 4bis saja dg rute Balai Kota-bundaran HI. Sejak Pak Ahok jadi Gubernur, armada bisnya ditambahkan jadi belasan bis dengan penambahan berbagai rute smp ke Kota Tua dan juga bundaran Senayan. Bahkan saat ini banyak perusahaan berlomba lomba menyumbangkan donasi / CSR dalam penyediaan bus wisata ini, makanya ada bis wisata yg bodinya berlogo Coca Cola dan Bank CIMB Niaga dll. Dan semua bis wisata keliling Jakarta ini semuanya dilengkapi WIFI...jadi kalo kamu pas lagi fakir wifi, naik aja bis ini bisa sekalian ngadem dan jalan jalan keliling kota...tuh kan nikmat mana lagi yang kau dustakan?


Kamu mau naik bis wisata keliling ini? naeknya harus di halte bus yg ada sign (city tour bus), bisa naik dari halte balaikota, istiqlal, atau di dpn Museum Gajah. Kalau naik bis ini di hari weekend, antriannya panjaang banget....Jadi kalau males antri, mendingan coba di hari biasa aja. Bis ini beroperasi dari jam 8pg sampe jam 9mlm. Kalau mau pake bis ini utk rombongan sekolah dll bisa juga, langsung hub management Transjakarta, contactnya bs cek di transjakarta.co.id


Btw, ini video liputan dari peluncuran buku saya di Bis Wisata Keliling Jakarta Peluncuran Buku Do What You Love Love What You Do
 
#HappyCitizens #JakartaTouristGuide

Uniknya Perayaan Hindu Tamil Navagram di Jakarta



 


Bertepatan dengan perayaan Imlek hari Sabtu kemarin, saya punya pengalaman yang unik dan berbeda, yaitu mengikut perayaan Navagram, perayaan tahunan umat Hindu Tamil di Kuil Shiva Mandir, Pluit. Saya tahu acara ini dari seorang kawan keturunan India asal Medan, Sri Ratika yang sekarang tinggal di Jakarta. Menurut ceritanya, perayaan Navagram ini kalo di Medan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat umum dan juga dihadiri banyak media. Karena itu saya begitu penasaran untuk datang.


Sesampainya di Kuil Shiva Mandir, saya cukup kaget karena dari luar ternyata kuil ini terlihat mencolok dengan patung pagoda tinggi yang biasa dijumpai di kuil kuil Hindu India. Ternyata letak Kuil Shiva Mandir ini pun bersebelahan dengan Klenteng Chandra, saya takjub melihat dua rumah ibadah berbeda agama letaknya benar benar berbagi tembok seperti disana. Dari luar , suasana Klenteng begitu ramai yang sedang merayakan Imlek. 

Begitu masuk ke dalam kuil Shiva Mandir, saya juga kaget melihat Kuil ini begitu besar dan luas. Sebelum masuk ke  bagian dalam tempat ibadah, saya diharuskan melepas alas kaki dan membasuh tangan. Melepas alas kaki dan penyucian diri sebelum beribadah ini sama seperti tata cara beribadah di Islam.  Saat berada di dalam kuil, saya merasa seperti bukan di Jakarta, tapi seperti berada di India atau Malaysia gitu, karena begitu banyaknya orang orang India atau keturunan India sejauh mata memandang  


Acara Navagram ini berarti “Sembilan Planet” (dari kata Nava/ Nawa = sembilan dan Gram = Planet), yang bertujuan untuk penyucian diri dan juga mendoakan keselarasan dan keselamatan semesta yang terdiri dari sembilan planet. Wah, saya pikir kok mulia sekali orang orang Hindu ini ya,  sampai ada perayaan khusus untuk mendoakan keselamatan sembilan planet dan semesta alam. Sedangkan saya sendiri kalau berdoa,  mana kepikiran untuk mendoakan keselamatan bumi, apalagi sampe kesembilan planet 

Upacara  Navagram ini dipimpin oleh seorang pendeta utama yang menggunakan  elemen (air, api, tanah, udara) dalam prosesi  dan mengucapkan mantra mantra berbahasa Sansekerta, dan di sekelilingnya ada pendeta pendeta lain yang menjaga ke sembilan topeng terbuat dari alumnium sebagai simbol dari kesembilan planet.  Lalu para jemaat yang hadir ikut berdoa yang dipimpin oleh pendeta. 


Prosesi upacara mendoakan sembilan planet ini berlangsung sekitar 2 jam. Selama prosesi upacara berlangsung, saya menyempatkan untuk berkeliling melihat lihat Kuil Shiva Mandir.Sebelumnya saya pernah masuk ke beberapa kuil Hindu di daerah Pasar Baru, tapi ukurannya kecil dan patung patung Dewa/ Dewi disana tidak sebanyak dan beragam karena kuil yang pernah saya kunjungi biasanya hanya mencakup satu aliran tertentu. 

Dari kawan saya , Tika, saya mengetahui bahwa Kuil Shiva Mandir ini adalah Kuil Hindu Tamil yang terbesar di Jakarta, disini pula ada semua macam patung Dewa/ Dewi yang melingkupi semua macam aliran Hindu, seperti Sai Baba, Hare Kreshna, dan lain lain. Gak heran dalam perayaan tahunan seperti Navagram ini, Kuil Shiva Mandir ini dipadati orang orang Hindu dari penjuru Jakarta. Bahkan banyak juga umat yang datang adalah orang orang Hindu expatriat dari Malaysia atau  Singapura. 
                                        (patung perwujudan Rama dan Sinta)


Di perayaan Navagram ini saya juga sempat melihat pengunjung berwajah wajah Tionghoa yang ikut berdoa di patung dewa/ dewi disana.  . Sepengetahuan saya, ritual ibadah orang Tionghoa (Kong Hu Cu) memang banyak yang mirip dengan ritual ibadah orang Hindu Tamil, seperti adanya patung perwujudan dewa/ dewi, membakar Hio/ Dupa, dan lain lain. Dan Menurut cerita Tika, di Kuil itu memang seringkali dikunjungi orang orang Tionghoa, yang habis selesai beribadah di Klenteng sebelahnya, lalu lanjut berdoa lagi ke Kuil Shiva Mandir. Wah tampaknya mereka senang sekali berdoa ya, saya benar benar salut



Disana saya sempat juga berkenalan dengan seorang Tionghoa yang belum lama pindah agama menjadi Hindu .  Ia menolak  untuk di wawancara oleh kru TV ingin memawancarai pengunjug perayaan  Navagram. Ternyata orang tersebut masih merahasiakan keputusannya menjadi Hindu dari pihak keluarganya..  Hmm...saya bayangkan, keputusan untuk pindah ke suatu agama pastilah mengalami pergolakan batin, dan bagi sebagian orang itu mungkin mendapatkan pertentangan kuat dari keluarga.  

Dan yang benar benar paling saya suka dari perayaan ini adalah bagian makan makan ..hehehe...saya juga tadinya tidak menyangka loh, ternyata di Perayaan Navagram ini makan makan adalah bagian dari prosesi perayaannya.  Para pengunjung disediakan makanan yang kesemuanya adalah vegetarian, ala Restoran juga ala Homemade.  Makanan khas India seperti Samosa, aneka sayur kacang merah, chappati hingga Chai Tea (teh rempah khas India) disediakan dengan jumlah berlimpah. Ini benar benar surga...kapan lagi makan makanan India gratis dan sepuasnya....

 Menurut saya sebagai seorang Tourist Guide, acara perayaan Hindu Tamil seperti ini menarik sekali dan menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya di Jakarta,  acara seperti ini bagus banget kalo bisa dijadikan agenda pariwisata budaya oleh Pemda DKI.  

Acara Navagram kemarin juga diliput oleh acara Net12 di NetTV, video hasil liputannya bisa dilihat disini, ada saya diwawancara sebagai narasumber loh..hehehe






Bertepatan dengan perayaan Imlek hari Sabtu kemarin, saya punya pengalaman yang unik dan berbeda, yaitu mengikut perayaan Navagram, perayaan tahunan umat Hindu Tamil di Kuil Shiva Mandir, Pluit. Saya tahu acara ini dari seorang kawan keturunan India asal Medan, Sri Ratika yang sekarang tinggal di Jakarta. Menurut ceritanya, perayaan Navagram ini kalo di Medan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat umum dan juga dihadiri banyak media. Karena itu saya begitu penasaran untuk datang, karena cara ibadah dan perayaan orang orang Hindu Tamil cukup berbeda dengan umat Hindu di Bali. Sesampainya di Kuil Shiva Mandir di Jl. Pluit Selatan, saya cukup kaget karena dari luar ternyata kuil ini terlihat mencolok dengan patung pagoda tinggi yang biasa dijumpai di kuil kuil Hindu India. Ternyata letak Kuil Shiva Mandir ini pun bersebelahan dengan Klenteng Satya Dharma, saya takjub melihat dua rumah ibadah berbeda agama letaknya benar benar berbagi tembok ini pemandangan langka di Jakarta. Dari luar , suasana Klenteng begitu ramai yang sedang merayakan Imlek. DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI (Pagoda Kuil Shiva Mandir) DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI (suasana luar Klenteng Vihara Satya Dharma) Begitu masuk ke dalam kuil Shiva Mandir, saya juga kaget melihat Kuil ini begitu besar dan luas. Sebelum masuk ke bagian dalam tempat ibadah, saya diharuskan melepas alas kaki dan membasuh tangan. Melepas alas kaki dan penyucian diri sebelum beribadah ini sama seperti tata cara beribadah di Islam. Saat berada di dalam kuil, saya merasa seperti bukan di Jakarta, tapi seperti berada di India atau Malaysia gitu, karena begitu banyaknya orang orang India atau keturunan India sejauh mata memandang Acara Navagram ini berarti “Sembilan Planet” (dari kata Nava/ Nawa = sembilan dan Gram = Planet), yang bertujuan untuk penyucian diri dan juga mendoakan keselarasan dan keselamatan semesta yang terdiri dari sembilan planet. Wah, saya pikir kok mulia sekali orang orang Hindu ini ya, sampai ada perayaan khusus untuk mendoakan keselamatan sembilan planet dan semesta alam. Sedangkan saya sendiri kalau berdoa, mana kepikiran untuk mendoakan keselamatan bumi, apalagi sampe kesembilan planet J Upacara Navagram ini dipimpin oleh seorang pendeta utama yang menggunakan elemen (air, api, tanah, udara) dalam prosesi dan mengucapkan mantra mantra berbahasa Sansekerta, dan di sekelilingnya ada pendeta pendeta lain yang menjaga ke sembilan topeng terbuat dari alumnium sebagai simbol dari kesembilan planet. Lalu para jemaat yang hadir ikut berdoa yang dipimpin oleh pendeta. 20170128-105847-588e05d482afbdb90a5791e6 20170128-105847-588e05d482afbdb90a5791e6 DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI Prosesi upacara mendoakan sembilan planet ini berlangsung sekitar 2 jam. Selama prosesi upacara berlangsung, saya menyempatkan untuk berkeliling melihat lihat Kuil Shiva Mandir.Sebelumnya saya pernah masuk ke beberapa kuil Hindu di daerah Pasar Baru, tapi ukurannya kecil dan patung patung Dewa/ Dewi disana tidak sebanyak dan beragam karena kuil yang pernah saya kunjungi biasanya hanya mencakup satu aliran tertentu. Dari kawan saya , Tika, saya mengetahui bahwa Kuil Shiva Mandir ini adalah Kuil Hindu Tamil yang terbesar di Jakarta, disini pula ada semua macam patung Dewa/ Dewi yang melingkupi semua macam aliran Hindu, seperti Sai Baba, Hare Kreshna, dan lain lain. Gak heran dalam perayaan tahunan seperti Navagram ini, Kuil Shiva Mandir ini dipadati orang orang Hindu dari penjuru Jakarta. Bahkan banyak juga umat yang datang adalah orang orang Hindu expatriat dari Malaysia atau Singapura. DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI DOKUMENTASI PRIBADI (Patung patung simbolisasi Rama dan Sinta) Di perayaan Navagram ini saya juga sempat melihat pengunjung berwajah wajah Tionghoa yang ikut berdoa di patung dewa/ dewi disana. . Sepengetahuan saya, ritual ibadah orang Tionghoa (Kong Hu Cu) memang banyak yang mirip dengan ritual ibadah orang Hindu Tamil, seperti adanya patung perwujudan dewa/ dewi, membakar Hio/ Dupa, dan lain lain. Dan Menurut cerita Tika, di Kuil itu memang seringkali dikunjungi orang orang Tionghoa, yang habis selesai beribadah di Klenteng sebelahnya, lalu lanjut berdoa lagi ke Kuil Shiva Mandir. Wah tampaknya mereka senang sekali berdoa ya, saya benar benar salut 20170128-115500-588e071a81afbd1b0bece22e 20170128-115500-588e071a81afbd1b0bece22e 20170128-110146-588e07401493731309ed94eb 20170128-110146-588e07401493731309ed94eb Disana saya sempat juga berkenalan dengan seorang Tionghoa yang belum lama pindah agama menjadi Hindu . Ia menolak untuk di wawancara oleh kru TV ingin memawancarai pengunjug perayaan Navagram. Ternyata orang tersebut masih merahasiakan keputusannya menjadi Hindu dari pihak keluarganya.. Hmm...keputusan untuk pindah ke suatu agama pastilah mengalami pergolakan batin, dan bagi sebagian orang itu berarti mendapatkan pertentangan kuat dari keluarga. Dan yang benar benar paling saya suka dari perayaan ini adalah bagian makan makan ..hehehe...saya juga tadinya tidak menyangka loh, ternyata di Perayaan Navagram ini makan makan adalah bagian dari prosesi perayaannya. Para pengunjung disediakan makanan yang kesemuanya adalah vegetarian, ala Restoran juga ala Homemade. Makanan khas India seperti Samosa, aneka sayur kacang merah, chappati hingga Chai Tea (teh rempah khas India) disediakan dengan jumlah berlimpah. Ini benar benar surga...kapan lagi makan makanan India gratis dan sepuasnya.... 20170128-112241-588e07504f7a61a81f92e080 20170128-112241-588e07504f7a61a81f92e080 20170128-113840-588e0786507a619b05fa9e4c 20170128-113840-588e0786507a619b05fa9e4c Menurut saya sebagai seorang Tourist Guide, acara Navagram ini menarik sekali sebagai kekayaan dan keragaman budaya di Jakarta. Acara Navagram kemarin juga diliput oleh acara Net12 di NetTV, video hasil liputannya bisa dilihat di video dibawah, ada saya diwawancara sebagai narasumber loh.. hehehe kuil-588e08e24f7a61122092e06b.jpg kuil-588e08e24f7a61122092e06b.jpg (Saya, Tika, dan Indri - Reporter NetTV)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iralathief/melihat-uniknya-navagram-perayaan-hindu-tamil-di-jakarta_588e0985149373470aed94d2

Pesta Mandi Bedak , Puncak Perayaan Tahun Baruan Kampung Tugu Yang Tak Kalah Seru Dengan Festival Songkran di Thailand



Tahukah Anda, di ujung utara Jakarta, ada sebuah kawasan yang merupakan kampung Kristen tertua di Jakarta dan juga di Indonesia? 

Di kampung inilah bermukim orang orang Indonesia keturunan Portugis yang sudah mendiami kota ini sejak abad ke-17. Dari kampung inilah juga asal muasal musik keroncong yang kini dikenal sebagai musik tradisional Indonesia. 


Nama kampung itu adalah Kampung Tugu, atau juga dijuluki sebagai Portuguese Village yang terletak di kawasan Semper, Jakarta Utara. Banyak orang Jakarta sendiri tidak ngeh dengan keberadaan kampung ini, yang saat ini dikepung oleh banyaknya kontainer dan truk truk berseliweran. Padahal masyarakat di Kampung Tugu punya banyak kekayaan budaya yang begitu unik dan tidak ditemukan di tempat lain. 

Di Kampung Tugu ini setiap tahunnya diaakan Acara Mandi Mandi (Pesta Mandi Bedak) yang merupakan puncak perayaan tahun baru. Ini adalah ritual tahunan yang diadakan tiap minggu pertama di awal tahun. Tujuan dari Upacara Mandi-mandi ini adalah silahturahmi untuk saling memaafkan, agar setiap orang bisa menjalani tahun baru yang penuh sukacita. Upacara Mandi-mandi diisi dengan prosesi berdoa bersama, lalu saling melumuri bedak basah ke wajah orang lain, sambil diiringi dengan alunan musik keroncong dan juga menari nari bersama. Kampung Tugu ini termasuk kawasan yang rutin saya datangi bersama Jakarta Food Traveler dalam kegiatan Food Tour. 



Saya pertama kali merasakan melihat Pesta Mandi Mandi di tahun 2017 yang  ternyata begitu spesial. Saat itu saya takjub menginjakkan kaki di lokasi dan mengetahui begitu banyak undangan orang penting VVIP yang hadir, dari mulai Duta Besar negara Timor Leste, hingga Xanana Gusmao, mantan Presiden Timor Leste. Acara ini pun sangat banyak dihadiri oleh wartawan dan juga wisatawan lokal yang datang dari penjuru Jakarta. Tampaknya acara mandi-mandi tahun ini begitu dipromosikan secara besar besaran.
   




Keberadaan Xanana Gusmao di acara ini begitu mencolok dan memikat hati banyak orang dan pengunjung. Bukan karena ia adalah tokoh VVIP, tapi karena sebagai "orang besar" ia begitu ramah dan hangat kepada semua orang yang hadir. Sejak memberikan sambutan di atas panggung, Xanana “berpidato” dengan sangat santai dan juga banyak candaan. Lalu ketika Upacara Mandi-mandi dimulai dengan mulai membedaki wajah masing masing, Xanana pun juga tampak sangat membaur dengan dengan membedaki wajah banyak orang, juga membiarkan orang lain membedaki wajahnya. Orang orang juga dengan mudahnya mengajak Xanana berselfie ria dengan akrab. Sepanjang acara, Xanana juga ikut bernyanyi, menari, dan tampak sangat menikmati berbaur dengan semua orang di sana. Tidak hanya Xanana, tapi semua orang yang hadir di sana memang tampak bergembira ria bersama. 



Di sela sela acara, panitia juga telah menyiapkan santapan untuk para hadirin, dan kami pun bisa mencicipi aneka masakan seperti gado-gado siram hingga kue pisang udang yang merupakan makanan khas Kampung Tugu. Wah kapan lagi bisa hadir di perayaan budaya yang seru sekaligus mencicipi kuliner setempat?Sayangnya menurut saya, keberadaan Kampung Tugu juga Perayaan Mandi-mandi seperti ini selama ini kurang begitu dipromosikan sebagai kekayaan budaya di Jakarta. Padahal acara seperti ini bagus sekali untuk dipromosikan sebagai atraksi budaya yang mendatangkan banyak wisatawan lokal/asing. 



Saat di perayaan Mandi Mandi ini, saya mendengar ada seorang wisatawan yang bilang, acara ini lebih seru dibandingkan Festival Songkran (festival tembak-tembakan air) di Bangkok yang begitu terkenal di kalangan para turis. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari salah satu orang Kampung Tugu, acara tahun in mendapatkan sponsor/dana dari Xanana Gusmao/Timor Leste, yang menjadi penggerak perhimpunan komunitas Portugis di Asia Pasifik. Karena itu perayaan tahun ini bisa dibilang begitu meriah. 

Saya sangat terkesan mendengar ini, mengingat dahulu saat Timor Timor masih bergabung dengan Indonesia, Xanana Gusmao sebagai pemimpin gerilyawan adalah musuh besar penguasa rezim Orde Baru selama puluhan tahun. Tapi setelah Timor Timor lepas dari Indonesia dan Xanana Gusmao menjadi Presiden pertama negara Timor Leste, tampaknya Xanana Gosmao aktif menjalin kembali hubungan baik dengan Indonesia. 



Saya jadi teringat, 10 tahun lalu pernah menonton film dokumenter tentang Xanana Gosmao (Xanana) yg dibuat oleh seorang filmmaker dari Amerika, yang menceritakan biografi perlawanan Xanana dengan tentara Indonesia, perjuangannya membawa Timor Leste merdeka hingga akhirnya berusaha menjalin hubungan kembali (rekonsiliasi) dengan Indonesia. Di film itu juga ditunjukkan saat Xanana mau mengunjugi kembali Rutan Salemba, tempat ia pernah ditahan sebagai tahanan politik. Di akhir film, sang sutradara menanyakan kenapa Xanana mau berhubungan kembali dengan Indonesia, dan juga orang orang yang selama ini selalu memusuhinya. Saya ingat, jawaban Xanana di akhir film itu benar benar membekas di ingatan saya. Kira kira ia menjawab seperti ini, “Saya tak ingin hidup terus dikuasai rasa dendam dan kebencian. Saya ingin menjadi contoh bagi rakyat Timor Leste, bahwa kita harus bisa saling memaafkan, untuk bisa terus melanjutkan hidup dengan hati yang lapang.” 




Banyak orang yang hidup dengan memelihara rasa dendam dan benci, padahal itu seperti halnya meminum racun, tapi berharap orang lain yang perlahan mati. Memaafkan orang lain tidak berguna bagi orang yang kita maafkan, tapi justru berguna bagi kelanjutan hidup kita sendiri. Hari itu, dengan kehadiran Xanana Gusmao di Upacara Mandi-mandi Kampung Tugu yang bertujuan memulai tahun baru dengan saling memaafkan, saya benar benar mendapatkan hikmah yang mendalam tentang memaafkan. Terima Kasih Kampung Tugu, sudah mengajarkan saya tentang Memaafkan untuk memulai hidup baru di awal tahun yang baru.

"Memaafkan tidak bisa dilakukan oleh orang yang lemah. Memaafkan hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang kuat." (Mahatma Gandhi)


NB  : Artikel di atas sudah tayang juga di blog kompasiana saya dengan link berikut 


Fyi, saya bersama komunitas Jakarta Food Traveler / Wisata Kreatif Jakarta rutin mengadakan Tur Spesial ke Kampung Portugis Tugu saat Perayaan Mandi Mandi /Pesta Mandi Bedak (5 Januari ).  Jika tertarik ikutan Tur dalam waktu dekat, berikut ini infonya : 



Food Tour Portuguese Village Perayaan Mandi-Mandi*
🗓️ Minggu, 5 Januari 2020
⏲️ 09.00 - 14.00 WIB
📞 RSVP 0812 9822 9129
💰 Rp120.000/orang ; termasuk kuliner khas Kampung Tugu
📍 Meeting Point : Gereja Tugu
MANDI MANDI adalah puncak perayaan tahun baru khas orang tugu, dgn melakukan ritual saling mengoleskan bedak dingin kpd orang lain sbg tanda saling memberi maaf utk memulai tahun yg baru.
Dalam Tur spesial ini, Anda akan diajak untuk blusukan mengunjungi Kampung Tugu yang dihuni oleh orang orang keturunan Portugis yang sudah berada di kota ini selama lebih dari 4 abad. Rangkaian Tur akan diakhiri dengan melihat Perayaan Mandi Mandi yang dikenal sebagai Pesta Mandi Bedak yang merupakan puncak perayaan tahun baru Orang Tugu.
📌 Destinasi :
1. Gereja Tugu
2. Kuburan Kuno Tugu
3. Jelajah Kp Tugu/Kp Kristen Betawi
4. Markas Krontjong Canfrinho
5. Makan Siang & Icip Icip Kuliner Khas Tugu
6. Rumah tertua Kp Tugu yang berusia 200 th
7. Menikmati Alunan musik Kroncong
8. Mengikuti Perayaan Mandi Mandi
📌 Harga Tur Rp 120.000 sudah termasuk :
1. Donasi Gereja & Donasi utk IKBT/Ikatan Keluarga Besar Tugu
2. Menikmati Kuliner Khas Tugu : Gado Gado Siram Tugu, Kue Pisang Udang, Kue Apem Kinca dan Kue Ketan Unti.
📌 Untuk rute Tur Spesial ini, jika pembayaran via transfer hingga hari H-2 diskon 10 persen (Rp 12.000)
Transfer via Rek BCA No. rek : 007-025-8021. Atas Nama : Ira Yuniarty Khairiyah.
Meeting Point : Gereja Tugu
*Fyi, Tur ini adalah Wisata berjalan kaki (walking tour)dengan didampingi seorang Pemandu Wisata/Tourist Guide profesional. Kecuali utk beberapa rute memerlukan tambahan naik transportasi umum.
*Catatan Penting* : Registrasi utk Tur jadwal pagi(09..00)、ditunggu maksimal h-1 jam 21.00 、
* Info/ Registrasi ke 0812 9822 9129. Untuk informasi detail tiap rute Tur di atas silahkan cek website www.wisatakreatifjakarta.com
Ikuti juga sosmed IG/fanpage @WisataKreatifJakarta @JakartaFoodTraveler utk pantau update Tur kami. Semua tur kami bisa di booking utk private /grup dan terbuka utk kolaborasi dg komunitas dan institusi pendidikan.


Baca Juga Yang Satu Ini

Pesta Mandi Bedak , Puncak Perayaan Tahun Baruan Kampung Tugu Yang Tak Kalah Seru Dengan Festival Songkran di Thailand

Tahukah Anda, di ujung utara Jakarta, ada sebuah kawasan yang merupakan kampung Kristen tertua di Jakarta dan juga di Indonesia?  ...