5 Kuliner Jadul Yang Harus Dicoba di Jl. Suryakencana Bogor


Jalan Jalan ke Bogor emang ga bisa lepas dengan yang namanya dengan Wisata Kuliner. Kota Bogor dikenal sering menghasilkan ragam kuliner kekinian yg jadi ngehits, dari mulai Makaroni Panggang, Brownies Talas, hingga yang terbaru adalah Rain Cake kreasi artis Shireen Sungkar.

                    (Gerbang menuju Jl. Suryakencana)

Salah satu kawasan yang terkenal sebagai surga kuliner di Bogor adalah Jl. Suryakencana, yang terkenal dengan kawasan China Town –nya Bogor. Yang spesial di kawasan ini, juga banyak ditemui berbagai kuliner jadul, yang mungkin sudah sulit kita temui di tempat lain. Kalau berwisata kuliner di Bogor, selain berburu jajanan kekinian yg lagi ngehits, seru juga berburu kuliner jadulnya.

Ini dia top 5 Kuliner Jadul versi Creative Traveler, yang kudu kamu coba di sepanjang Jl.Suryakencana, Bogor

1.Dodongkal 

Ini Jajanan jadul khas Sunda, terbuat dari talas, tepung beras dan ditabur gula merah seabrek abrek, rasa manisnya unik banget! Seporsinya cuma 10rb perak,tapi ngenyangin banget! 

Dodongkal ini disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa dan gula merah. Makanan ini dahulu banyak ditemui di beberapa daerah Jawa Barat, seperti Bandung, Sukabumi, Cianjur dan Bogor. Di Bandung , Dodongkal dikenal dengan nama Awug. Dahulu, Dodongkal biasa disajikan bersama secangkir teh sebagai kudapan sore hari.
 
Saat ini, Dodongkal termasuk jenis kuliner jadul yang sudah jarang dijajakan di kaki lima, tp kalo mau cari Dodongkal ini di Bogor masih ada di sepanjang jalan Surya Kencana, tepatnya dekat Gang Aut .


2. Es Bir Kocok 



Saya pikir Es Bir Kocok ini sama dengan Bir Pletok asal Betawi ternyata beda. Es Bir Kocok Ini Minuman tradisional khas Bogor yg terbuat dari jahe, kayu manis dan gula aren.

Walaupun namanya "Bir", tapi minuman ini gak mengandung alkohol sama sekali. Lalu kenapa namanya bir kocok? Karena saat bikinnya kudu dikocok kocok,trus habis dikocok ada busa jadi deh keliatan kayak bir. Secara visual,  Es Bir Kocok memang menyerupai Bir yang mengandung alkohol. Warna kuning gelap Bir Kocok berasal dari bubuk kayu Manis bercampur dengan cengkeh, gula, dan jahe. Lalu ketika semuanya dikocok dengan semangat di sebuah tabung stainless steel, keluarlah busa berwarna putih, menyerupai minuman Bir dingin dalam gelas yang banyak disajikan di kafe kafe.
 
Minuman Es Bir Kocok banyak dijual di sepanjang Jl.surya kencana,harganya cuma goceng dan mangtab diminum siang bolong. Kalo ke Bogor jangan lupa cari Bir Kocok ini!

3. Aneka Pepes Sagu 



Saya nemu penjual makanan unik ini gak sengaja saat lagi berhenti sebentar deket Gang Aut, eh liat ada mobil yg jual aneka pepes dari mulai aneka pepes ikan (ikan kembung,nila,tenggiri dll ) pepes pisang coklat, Pepes pisang keju, Pepes nangka dll.. 

Saya pikir unik juga nih, biasanya pepes itu kan adanya isi ikan,jamur, tahu, atau yang gurih. Tapi ini ada pisang di pepes isi coklat dan keju pula. Rata rata pepes harganya 7rb-15rb, saya cobain yg Pepes pisang dan nangka,rasanya mirip ketimus cuma ini lebih manis dan coklatnya lumer di lidah..walaupun pepes ini cuma gerobakan di pinggir jalan, tapi kata si penjualnya ,pepes buatannya udah sering diulas di banyak acara kuliner di tipih..widih kok keren sih

4. Asinan Jagung Bakar 



Kalau biasanya jalan jalan ke Bogor orang cari Asinan sayur...nah yang ini juga Asinan khas Bogor yang unik, isinya jagung bakar dan dipakein cuka spt Asinan biasa..jagungnya harus dibakar dulu baru dicampur dengan cuka asinan dan dimakannya pake krupuk Tambah mantab..Asinan Jagung Bakar ini seporsi 15rb dan banyak ditemukan di ujung Gang Aut.

Salah satu penjual Asinan Jagung Bakar di Jl. Suryakencana adalah Pak Sabur (56 th) yang sudah berjualan asinan sejak tahun 1980. Ia juga meneruskan usaha keluarga yang berjualan asinan Jagung Bakar sejak tahun 60-an. Jadi resep Asinan Pak Sabur adalah  resep yang diperoleh turun temurun. Menurut Pak Sabur, banyak langganan yang datang berasal dari Bekasi, Bandung hingga Sukabumi.


5. Lumpia Bogor 





Tadinya saya pikir Lumpia Bogor ini sama dengan Lumpia Bandung ternyata beda. Lumpia Bogor ini lebih mirip dengan Lumpia Basah asal Semarang . Ciri khas Lumpia Bogor ini adalah isi bengkoang dan sayur sayuran dan dimasak dengan cara dibakar. 

Cara memasaknya pun masih menggunakan tungku dan arang, membuat rasanya jadi sedikit berbeda dengan lumpia-lumpia basah yang lain. Yang membedakan Isi Lumpia Bogor dan Lumpiah Basah Semarang adalah  Lumpia Bogor menggunakan Bengkoang, sedangkan Lumpia Semarang isinya rebung. Saat isi lumpia ditumis, bau harumnya kemana mana dan menggoda setiap pejalan kaki yang melintas.

Salah satu penjual Lumpia Basah Bogor di Jl. Suryakecana adalah Pak Alen namanya yang sudah berjualan sejak tahun 1972. Beliau juga bercerita bahwa sampai saat ini dia mempunyai banyak pelanggan yang tetap setia membeli lumpianya dari zaman dulu hanya 50 perak sampai sekarang sudah Rp 8.000...wuiih mungkin juga  pelanggannya Pak Alen sudah turun menurun antar generasi tuh. 

Nah Gimana sudah siap berburu kuliner jadul saat jalan jalan ke Bogor liburan ini?? 


NB : Jika Anda tertarik berwisata kuliner seru , cobain deh ikutan Food Tour yang diadakan oleh Jakarta Food Traveler / Wisata Kreatif Jakarta yang salah satu rute favoritnya adalah di China Town Bogor (Suryakencana).  Untuk update agenda regulernya tiap weekend bisa di cek di website www.wisatakreatifjakarta.com atau IG/ fanpage @wisatakreatifjakarta / @jakartafoodtraveler



1.Dodongkal Ini Jajanan jadul khas Sunda, terbuat dari tales, tepung beras dan ditaburgula merah seabrek abrek,rasa manisnya unik banget! Seporsinya cuma 10rb perak,tapi ngenyangin banget! Dodongkal ini jenis kuliner jadul yang skr jarangditemui, tp kalo mau cari Dodongkal ini di Bogor msh ada di sepanjang jalanSurya Kencana dekat Gang Aut Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi 2. Es Bir Kocok Saya pikir Es Bir Kocok ini sama dengan Bir Pletok asal Betawi ternyata beda. Es Bir Kocok Ini Minuman tradisional khas Bogor yg terbuat dari jahe, kayu manis dan gula aren.Knp namanya bir kocok? Krn bikinnya kudu dikocok2,trus hbs dikocok ada busa jd deh kliatan kyk bir. Minuman ini byk dijualdi spanjang Jl.surya kencana,harga cuma goceng dan mangtab diminum siang bolonggini. Kalo ke Bogor jgn lupa cari Bir Kocok ini! Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi 17098445-10210098523792768-6042327665928930295-n-58c963a9c323bd423750c2b8.jpg 17098445-10210098523792768-6042327665928930295-n-58c963a9c323bd423750c2b8.jpg 3. Aneka Pepes Sagu Saya neemu penjual makanan unik ini gak sengaja saat lagi berhent sebentardeket Gang Aut, eh liat ada mobil yg jual aneka pepes dari mulai aneka pepesikan (ikan kembung,nila,tenggiri dll ) pepes pisang coklat, Pepes pisang keju, Pepes nangka dll.. Saya pikir unik juga nih, biasanya pepes itu kan adanya isi ikan,jamur, tahu, atau yang gurih. Tapi ini ada pisang di pepes isi coklat dan keju pula. ata rata pepes harganya 7rb-15rb, sy cobain yg Pepes pisang dan nangka,rasanya mirip ketimus cuma ini lbh manis dan coklatnya lumer di lidah..walaupun pepes ini cuma gerobakan di pinggir jalan, tp kata si penjualnya ,pepes buatannya udh sering diulas di byk acara kuliner di tipih..widih kok keren sih Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi 17098472-10210089585569318-7727936845809797426-n-58c962de927e612808dcec21.jpg 17098472-10210089585569318-7727936845809797426-n-58c962de927e612808dcec21.jpg 4. Asinan Jagung Bakar Kalo biasanya ke Bogor orang cari Asinan sayur...nah yg ini juga Asinan khasBogor yg unik, isinya jagung bakar dan dipakein cuka spt Asinan biasa..jagungnya harus dibakar dulu baru dicampur dengan cuka asinan dan dimakannya pake krupuk Tambah mantab..Asinan Jagung Bakar ini seporsi 15rb dan byk ditemukan di ujung Gang Aut Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi 5. Lumpia Bogor Tadinya saya pikir Lumpia Bogor ini sama dengan Lumpia Bandungternyata beda. Lumpia Bogor ini lebih mirip dengan Lumpia Basah asal Semarang.Isi Lumpia Bogor ini adalah bengkoang dan sayur sayuran dan bikinnya dengan dibakar. 17155969-10210134198804621-4888040568806817866-n-58c9633e5693736d3d5ef3a8.jpg 17155969-10210134198804621-4888040568806817866-n-58c9633e5693736d3d5ef3a8.jpg 17201320-10210134200044652-6209485848500499196-n-58c9635fc323bdb43850c2ba.jpg 17201320-10210134200044652-6209485848500499196-n-58c9635fc323bdb43850c2ba.jpg Dengan perut begitu kekanyangan dan muka yang sumringah, saya dan teman2 KPK pun bersiap kembali ke Jakarta menaiki kereta, dan menggunakan kartu Danamon Flazz yanyar hadiah dari Bank Danamon....What a Happy Day !

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iralathief/kpk-trip-to-bogor-dan-5-kuliner-yang-harus-dicoba-di-jalan-suryakencana_58c95e5a55977327129f2f9d

5 Wisata Mesjid Paling Menarik di Jakarta


Banyak Mesjid Mesjid di Jakarta sangat menarik dikunjungi untuk berwisata. Yup, kalau buat saya sih berkunjung ke Mesjid bukan cuma untuk beribadah atau untuk numpang sholat aja, tapi saya juga sering blusukan ke berbagai Mesjid, baik karena tertarik untuk mengagumi arsitekturnya atau mempelajari sejarahnya.  

Begitupun sebagai seorang Tourist Guide di Jakarta, saya cukup sering membawa wisatawan asing, ataupun domestik, untuk berwisata mengunjungi Mesjid. Sebagai negara berpopulasi agama Islam terbanyak di dunia, peran Mesjid tentu sangat penting untuk diceritakan kepada para wisatawan yang sering  saya bawa. 

Berikut ini 5 Mesjid Paling Menarik dikunjungi di Jakarta, versi Creative Traveler. 

  1. 1. Mesjid Istiqlal



Mesjid Istiqlal adalah Mesjid Terbesar di Asia Tenggara yang bisa menampung 200.000 orang (hampir sama kapasitasnya seperti stadion sepakbola di Gelora Bung Karno) dan merupakan Mesjid Nasional yang dimiliki oleh Negara. Mesjid ini adalah ide Presiden Sukarno, dan memakan waktu 17 tahun untuk pembangunannya dan diresemikan oleh Presiden Suharto tahun 1978.

Setiap kali membawa wisatawan asing ke Mesjid Istiqlal ini, mereka sangat terkagum kagum dengan kemegahan arsitektur Istiqlal, apalagi ketika mendengarkan cerita dan sejarah tentang Mesjid ini yang di desain oleh seorang arsitek beragama Protestan Fredrich Silaban yang memenangkan lomba desain Mesjid Istiqlal. Desain Istiqlal yang dirancang Silaban yang berkonsep “Ketuhanan”, merupakan gabungan antara nilai nilai Islam dan juga Nasionalisme. Contohnya adalah bagian Kubah terbesar berdiameter 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan , lima lantai Mesjid ini melambangkan Pancasila dan Rukun Islam, 12 pilar utama dalam mesjid melambangkan tanggal lahir Nabi Muhammad SAW, dsb. 

 
Bagi para turis asing, cerita tentang Mesjid Istiqlal yang didesain oleh seorang arsitek Non Muslim, juga letak Mesjid Istiqlal yang bersebrangan dengan Gereja Katedral juga punya daya tarik tersendiri, dimana ini menunjukkan adanya wujud kerukunan umat beragama yang tidak sekedar basa basi. 

                  (Silaban sedang merancang, sumber foto : www.silaban.net)

Di dalam Mesjid Istiqlal, ada terdapat Beduk yang merupakan Beduk terbesar di Indonesia. Mungkin banyak yang belum tahu, kalau Beduk adalah kekhasan budaya Islam di Indonesia, dan tidak didapati di Mesjid Mesjid negara lain, dan bahkan di negara seperti Arab atau Afrika memukul beduk di Mesjid bisa dianggap Bidah. Beduk sendiri merupakan pengaruh budaya Cina yang dibawa oleh Laksamana Ceng Ho dari Cina yang datang ke nusantara dan menyebarkan Islam  di Jawa di abad 13. 
 
Mesjid  Istiqlal ini juga sering dikunjungi oleh berbagai kepala negara yang berkunjung ke Jakarta, seperti Obama dan Istri, juga yang baru saja adalah rombongan Raja Salman.  Banyak warga Jakarta sendiri tak tahu kalau Mesjid Istiqlal ini bisa dikunjungi siapa saja untuk berwisata,bukan saja umat Islam. Yuk berwisata ke Mesjid kebanggaan Indonesia 


   (Om dan Tante Obama saat berkunjung ke Istiqlal, sumber foto www.metrotvnews.com)


2. Mesjid Ramlee Mushofa
 

Mesjid yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara,  ini dijuluki sebagai Taj Mahal Indonesia..  Memang menurut cerita, si pemilik Mesjid, H. Ramlee,  seorang Pengusaha Tionghoa Mualaf yang ingin membangun sebuah Mesjid yang menyerupai bahgunan Taj Mahal di Agra India saat berkunjung ke India di tahun 60an.. Mesjid Ramlee Mushofa ini sendiri merupakan wujud impiannya selama 40 tahun yang sekian lama di endap. 

                                                (sumber foto : Herry Tjiang)

Nama Musofa sendiri adalah singkatan dari ketiga anak H. Ramli yaitu Muhammad, Sopian, dan Fabian. Keren ya...Namun sedikit sekali referensi tentang latar belakang H. Ramlee ini, karena menurut cerita , H. Ramlee tidak dirinya di ekspos berbagai media untuk menghindari Riya. Bahkan saat saya bertanya tanya ke para satpam yang berjaga disana, mereka rata rata tidak tahu banyak tentang background  H. Ramlee. 

Mesjid yang terletak pas berhadapan dengan Danau Sunter ini memang sangat mencolok bangunan fisiknya, bersisian dengan rumah rumah super elit di kanan kirinya. Mesjid ini memakan 5 tahun dalam pembangunannya, dan semua marmernya didatangkan langsung dari Italia dan Turki...wow!!  Saat baru dibuka, selama berminggu minggu kawasan Danau Sunter jadi kawasan macet total karena banyak orang berlomba lomba penasaran ingin berkunjung ke “Taj Mahal Indonesia”.

Selain wujud luar yang menyerupai Taj Mahal, Arsitektur dalam Mesjid ini juga sangat menarik. Begitu kita masuk ke halamannya, akan terlihat aksara Cina di berbagai dinding, bersamaan dengan bahasa Arab dan bahasa  Indonesia. 
 
Di bagian atas Mesjid ini juga ada Lonceng besar, yang merupakan ciri khas budaya Cina. Kalau kita berwisata ke Mesjid ini, kita bisa naik hingga lantai dua, dan berfoto foto dari atas. Dari lantai dua, kita juga bisa melihat pemandangan Danau Sunter yang kini sangat bersih dan jernih.


                                        (sumber foto : netralitas.com)

Selain Mejid Istiqlal, Mesjid Ramlee Mushofa ini juga termasuk Mesjid yang sering saya kunjungi untuk membawa Tur , terutaama untuk wisatawan domestik. Berbagai sudut di Mesjid ini sungguh instagrammable. 


Berikut ini Video visual visual Indah Mesjid Ramlee Mushofa, yang diambil dari drone (Sumber Youtube :  Herry Tjiang )

                            3. Mesjid Luar Batang 


Masjid Jami Keramat Luar Batang atau lebih populer dengan sebutan Masjid Luar Batang terletak di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. Di masjid ini terdapat makam seorang Ulama bernama  Habib Husein bin Abubabakar bin Abdillah Alaydrus atau lebih dikenal dengananggilan “Habib Husein, yang hijrah dari Hadramaut (Yaman) ke tanah Jawa untuk menyebarkan Islam di abad 18.   

Masjid Luar Batang ini dibangun Habib Husein yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh penentang Kolonial Belanda di kawasan Sunda Kelapa. Karena sikapnya tersebut, ia sempat merasakan kehidupan penjara. Habib Husein wafat pada 24 Juni 1756 dalam usia yang relatif masih muda, yaitu kurang dari empat puluh tahun. Oleh para pengikutnya, Habib Husein dianggap sebagai seorang Wali, hingga setelah meninggal makamnya banyak diziarahi hingga sekarang. 

Nama masjid “Luar Batang” pun ada cerita menarik dibaliknya. Konon dahulu ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar  Tanah Abang,  tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang". Hal tersebut berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya para jama'ah kala itu bermufakat untuk memakamkan dia di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari "kurung batang"

Sepajang tahun, Pengnujung yang datang ke Mesjid Luar Batang untuk berziarah di Makam Habib Husein malah kebanyakan dari daerah daerah, bahkan dari Pulau Jawa. Mesjid Luar Batang juga begitu membludak dikunjungi peziarah di waktu waktu sepesial seperti  Malam Tahun Baru Hijriah, atau Malam Maulid Nabi. Pada saat perayaan itu, selalu ada ritual makan nasi kebuli berjamaah yang merupakan ciri khas dari budaya di Mesjid Luar Batang ini. 

Saat pergantian tahun 2016 jelang 2017 belum lama, saya berkunjung ke Mejid Luar Batang yang bertempatan dengan Malam Maulid Nabi.  Saya pun sempat kaget melihat begitu banyaknya pengunjung yang datang, sampai ada  satu keluarga pengungsi dari Afrika pula. Keluarga pengungsi dari negaral Angola yang saya temui itu  sudah 6 bulan tinggal di Jakarta, dan mereka mengetaui tentang “karomah” Mesjid Luar Batang ini dari internet dan di malam itu mereka berjalan kaki berkilo kilo meter untuk sampai ke Mesjid ini. 

                           (saya bersama keluarga pengungsi dari Angola)


                           4. Mesjid Lao Tze


Mesjid yang terletak di Sawah Besar, Jakpus, ini penampakannya berbeda dari mesjid pada umumnya, karena dari luar wujud fisiknya seperti sebua ruko.  Mesjid Lao Tze ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya komunitas Tionghoa Mualaf dan pusat kegiatan para Mualaf keturunan Cina. 

Nama Lautze  sendiri rupanya merujuk pada alamat masjid berada, yaitu di Jalan Lautze No. 87 Sawah Besar, sebuah kawasan pecinan di Jakarta Barat. Dalam Bahasa Cina, kata Lautze berarti guru atau orang bijak.


 Mesjid Lautze ini juga punya “jam buka khusus” yang membuatnya berbeda dari mesjid    kebanyakan.  Kalau umumnya masjid dibuka di setiap waktu shalat untuk jamaahnya, Masjid Lautze hanya buka pada waktu-waktu tertentu saja.  Pertama : dari hari Minggu sampai Jumat, masjid ini hanya buka dari jam sembilan pagi hingga jam empat sore, seperti jadwal orang kantoran. Jadi pada hari-hari tersebut, masjid ini hanya punya dua waktu shalat yaitu zhuhur dan ashar.

Kedua, masjid ini benar-benar tutup di hari Sabtu. Ketiga, hari Ahad merupakan hari "khusus" dimana Yayasan mengadakan pengajian rutin (mingguan) untuk para jamaahnya yang sebagian besar merupakan mualaf keturunan Cina. 


Bangunan Masjid Lautze terdiri dari empat lantai, tapi hanya dua lantai yang digunakan untuk Mesjid, sisanya dipakai untuk kantor yayasan Mesjid. Seperti tampilan luarnya, interior masjid itu ternyata juga tidak terlalu muluk. Selain kaligrafi Islam yang dipadukan dengan huruf kanji, dinding masjid hanya dihiasi oleh sedikit unsur-unsur ketimuran.

Terakhir kali saya berkunjung ke Mesjid ini karena ikut rombongan tur sejarah budaya, dan diterima oleh beberapa pengurus Mesjid yang sudah puluhan tahun menjadi Mualaf. Juga saya melihat para pengunjung yang kebanyakan keturunan Tionghoa.  Pemandangan yang unik bagi saya, melihat begitu banyak orang keturuann Tionghoa Muslim dalam satu Mesjid. Berkunjunglah ke Mesjid ini, Anda akan menemukan betapa beragamanya umat Muslim di Jakarta.

 5. Mesjid Cut Mutia
(sumber foto : detiktravel.com)
  
Mesjid yang terletak di Jl. Cut Mutia, Menteng, ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda.  Masjid ini memiliki keunikan tersendiri dan kemungkinan tidak terdapat di masjid-masjid lainnya, Salah satu keunikannya, mihrab dari masjid ini diletakkan di samping kiri dari saf salat (tidak di tengah seperti lazimnya), yaitu  posisi safnya  terletak miring terhadap bangunan masjidnya sendiri karena bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat. 


Bangunan  Mesjid ini sendirinya adalah kantor biro arsitek dan pemgembang (developer) Bouwploeg, yang membangun wilayah Gondangdia sebagai kawasan elit pertama di kawasan Menteng. Setelah sempat beralih fungsi bebeberapa kali, sebagai Kantor Pos, hingga Kantor Urusan Agama, baru pada era Gubernur Arl Sadikin tempat ini diresmikan sebagai Mesjid tingkat Provinsi.
                          (foto wikipedia, koleksi Museum Tropen Belanda)

Keunikan  Mesjid Cut Mutia adalah setiap bulan Ramadhan diselenggerakan Ramadhan Jazz Festival, yang meruapakan pertama dan satu satunya Mesjid di dunia yang menyelenggarakan sebuah festival musik jazz di pelataran Mesjid. Festival Ramadhan Jazz yang diadakan di Mesjid Cut Mutia ini diadakan oleh para Remaja Mesjid yang awalnya bertujuan untuk mendekatkan Islam dengan cara populer kepada para generasi muda.   


                                           (foto : wartajazz.com)

Walaupun dibuat oleh organisasi Remaja Mesjid, tapi Festival Ramadhan Jazz ini tiap tahunnya diisi oleh artis artis top seperti Fariz RM. Raissa, Tulus, dll.  Tahun 2017 ini adalah tahun ke 7 Ramadhan Jazz Festival diselenggarakan tanggal 9-10 Juni dengan pengisi acara dari mulai Glenn Fredly sampai Maliq D’Essentials. Catet baik baik jadwalnya, jangan sampai kelewatan!  Nonton Konser Jazz di pelataran Mesjid ? Dimana lagi kalau ga cuma di Mesjid Cut Mutia

Nah bagaimana,  mesjid mana yang Anda ingin kunjungi untuk berwisata akhir pekan ini?  Kalau perlu Tourist Guide untuk mendampingi biar lebih seru berwisatanya, tau kan harus hubungi siapa...hehehe


Jika tertarik mengunjungi rumah rumah ibadah tersebut, yuk ikutan Wisata Bhineka (Wisata Rumah Ibadah Lintas Agama) yang rutin diadakan Wisata Kreatif Jakarta. Untuk agenda reguler setiap weekend bisa dicek di website www.wisatakreatifjakarta.com , atau follow IG / fanpage @wisatakreatifjakarta

Jakarta Creative Hub- Tempat Nongkrong Baru Insan Kreatif Jakarta





Seperti Apa Isi dari Jakarta Creative Hub? 

Kabar Gembira untuk Insan Kreatif di Jakarta nih! Kini ada Co-working Space pertama punya Pemda DKI yang bisa digunakan oleh warga Jakarta buat tempat kerja, tempat berkarya/belajar bareng, dan juga saling berkolaborasi. Buat yang belum tau, Co-working Space ini adalah semacam tempat kerja atau kantor bersama. Kalo di Singapura, Co-working space seperti ini juga difasilitasi pemerintah lokal. 



Di Jakarta, beberapa tahun belakangan ini ada jg Co-working Space punya swasta, tp biayanya lumayan mahal dengan fasilitas terbatas, paling hanya tersedia ruang terbuka, ruang meeting, dan kantor virtual. Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Tapi di Jakarta Creative Hub ini fasilitasnya Warbiyazaah! Fasilitasnya disini banyak banget. Ada ruang terbuka yang dilengkapi free wifi, cafe, ada ruang meeting/seminar, dan berbagai workshop kerja yang dilengkapi dg alat-alat canggih yang disediakan seperti komputer, mesin jahit, mesin press, sampe alat printer 3D juga ada. GILAKK kan? Ada juga perpustakaan yang buku-bukunya disupport oleh Toko Buku Kinokuniya dengan buku-buku how-to berbahasa inggris impor --kalo beli buku2 impor mahal kan ya booook!


 
Di tempat ini kita juga bisa ikutan berbagai workshop/pelatihan. Tadi siang pas saya ke sana kebetulan lagi ada Workshop gratis sehari untuk kelas bikin Tote Bag, kelas gambar dan Ilustrasi, dan kelas bikin dompet kulit. Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Dokumentasi Pribadi Jakarta Creative Hub ini memang dibuat Pemda DKI untuk memfasilitasi insan kreatif juga untuk membina para pelaku UKM yang baru merintis. 




Karena itu di tempat ini juga disediakan ruangan yang bisa dipinjam buat kantor oleh para wirausahawan/pelaku UKM. Kata petugasnya, sampe 6 bulan ke depan, ruangan kantor-kantor itu bisa dipakai gratis, selama memenuhi persyaratan dari pihak management. Bahkan para pelaku UKM juga bisa mendisplay produk-produknya di sini dan juga akan menjadi binaan dari Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional tingkat Daerah). 




Kabarnya lagi nih, Pak Ahok katanya mau buka banyak Jakarta Creative Hub seperti ini di berbagai wilayah Jakarta, biar katanya warga Jakarta makin kreatif dan bahagia. Makasih ya Pak Ahok, bersyukur bgt punya Gubernur yg perhatian banget dengan kebahagiaan warganya. Buat freelancer dan pekerja kreatif seperti saya, ada tempat seperti ini penting banget, minimal kalo mau nulis, enggak harus cari kafe buat nongkrong seharian. Eh tapi saya jadi kepingin buka kantor deh di sini, tapi kantor apa ya? Kalo kantor Biro Jodoh, takutnya ntar diragukan kredibilitasnya, hihihi. 

Cuzz yg mau lihat Jakarta Creative Hub atau tanya-tanya fasilitasnya, buruan kesana biar ga penasaran tempatnya di:
Gedung Graha Niaga Thamrin (Lt. 1), belakang Thamrin Jam buka: Jam 10 pagi - 5 sore IG : @jakartacreativehub

Baca Juga Yang Satu Ini

Pesta Mandi Bedak , Puncak Perayaan Tahun Baruan Kampung Tugu Yang Tak Kalah Seru Dengan Festival Songkran di Thailand

Tahukah Anda, di ujung utara Jakarta, ada sebuah kawasan yang merupakan kampung Kristen tertua di Jakarta dan juga di Indonesia?  ...