Showing posts with label Cerita Penulis. Show all posts
Showing posts with label Cerita Penulis. Show all posts

Not just a Book. It's a Work of Art







“Ceritaku tentang Normal is Boring dan Book "Do What You Love. Love What You Do", buku buku wujud idealisme"

Terkadang berbagai penolakan membuat kita ingin berheti berkarya. Apalagi jika karya yang kita hasilkan itu “terlalu idealis”.Jalan mewujudkannya ga selalu mudah, dan kadang perlu proses panjang dan banyak penolakan dulu sebelum akhirnya bisa diterima. But it’s really worth the wait.

Setelah menghasilkan belasan buku, saya baru terpikirkan untuk menghasilkan buku buku yang benar benar sesuai idealisme dan hasil pemikiran pemikiran saya sendiri. Buku buku yang tidak perlu memusingkan bakal komersil atau gak. Yang isinya tidak saja provokatif , tapi juga kreatif secara desain dan visual. Butuh waktu lama untuk saya menemukan penerbit yang bisa “klop dan sehati” menerima ide gila saya dan membantu mewujudkannya.

Seperti cerita buku Normal is Boring , buku pengembangan diri tentang ‘Berfikir kreatif” yang terbit di tahun 2012 dan ternyata malah menjadi National Best Seller. Butuh 3 tahun agar naskah buku ini bisa terbit, setelah sebelumnya pernah ditolak sampai 3 penerbit. Ide awal buku ini adalah bikin buku tentang berfikir kreatif , dan berfkir "out of the box", baik isi (content) maupun juga konsep design bukunya.

Setelah beberapa penerbit menolak naskah buku yg saya ajukan, saya sempat patah arang dan ingin berhenti saja mengajukan naskah buku ini. Saya sempat berfikir mungkin naskah buku saya terlalu “absurd”, dan ga meneruskan mengajukan naskah buku tersebut. Untungnya saya gak berhenti (juga pada dasarnya saya adalah muka tembok), akhirnya saya teruskan lagi ajukan naskah ke penerbit penerbit lain .

Alhamdulilah naskah buku “Normal is Boring” akhirnya dilirik oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, setelah saya bertemu dengan pak J Dwi Helly Purnomo kenalan lama saya. Saya juga menyampaikan keinginan saya untuk membuat buku yang ‘nyeleneh” secara tampilan. Beliau juga yang menyarankan saya untuk mencari desainer yang cocok agar leluasa mengkonsep visual/ desain buku seunik mungkin seperti yang saya ajukan. Alhamdulilah saya bertemu dengan pasangan Hariadhi + Mila , juga Fajrin Fathia tim desainer hebat yang membantu mewujudukan konsep desain buku seperti yang saya mau .




Akhirnya Buku Normal is Boring pun selesai dengan konsep yang termasuk ‘gak umum” utk saat itu : Dibaca dari cover belakang ke depan (seperti Al qur’an) dan begitu banyak grafis , foto serta gambar. Desain cover depannya sangat sederhana, hanya tulisan hitam dengan background putih bersih. Jadi buku ini cukup mencolok mata ketika buku ini pertama kali masuk dan di display di toko buku. Selain itu di buku ini saya juga menyisipkan stiker warna warni dimana saya mengajak pembaca untuk membuat judul buku versi mereka sendiri. (karena stiker ini, banyak pembaca memposting foto buku saya dengan judul versi mereka sendiri di banyak sosmed, dan ini juga membantu promosi buku saya)

Begitupun saat merencanakan peluncuran buku Normal is Boring, saya juga ingin melakukannya dengan cara yang gak biasa. Berhubung saya juga seorang Tour Guide, saya membuat peluncuran buku dengan menggabungkan konsep Tur, bukan sekedar tur biasa, tapi “Secret Tour” di TPU Petamburan.

Yup, saya melakukan peluncuran buku Normal is Boring di taman pemakaman alias kuburan !! Kamu pikir saya gila? Mungkin saya memang gila. Tapi saya punya alasan kuat kenapa saya melakukan peluncuran buku di TPU Petamburan, karena di tempat itu terdapat Maoseleum OG Khouw , yg merupakan bangunan kubur paling megah dan mewah di Asia Tenggara, tapi sayangnya belum banyak orang Jakarta tau tempat itu.






Saya ingin melalui peluncuran buku saya, sekaligus mensosialisasikan Mouselum OG Khouw ke khalayak luas. Karena konsep peluncuran buku saya begitu “nyeleneh”, maka saat itu banyak media /wartawan yang datang meliput, dari TV, koran, hingga online, dan inipun berarti dapat promosi gratis untuk buku saya. Hasilnya, hanya dalam 1 bulan saja, buku Normal is Boring cetak ulang hanya dalam waktu 1 bulan di rilis, dan tercatat sebagai National Best Seller.

(btw, video Liputan dari Metro TV tentang peluncuran buku Normal is Boring di kuburan, bisa disaksikan disini
https://www.youtube.com/watch?v=isa6GJjJeZw

Karena saya sudah mempunyai “Good track record” di Penerbit Gramedia karena buku Normal is Boring, dua tahun kemudian begitu saya mengajukan naskah buku selanjutnya, langsung di acc oleh editor. Di tahun 2014, terbitlah buku berjudul Book "Do What You Love. Love What You Do", sebuah buku pengembangan diri tentang “melakukan sesuatu dengan PASSION/ Panggilan Hati”



Buku "Do What You Love. Love What You Do" juga dibuat dengan konsep desain yang nyeleneh. Desain Buku Do What You Love dibaca bisa bolak balik , juga upside down. Dan sama seperti buku Normal is Boring, buku Do What you Love ini juga banyak menampilkan grafik, foto dan gambar.

Sedangkan untuk acara peluncuran buku, lagi lagi saya membuatnya dengan konsep Tur, kali ini berupaa “Surprise Tour” , dengan jalan jalan keliling Jakarta menggunakan Bus Tingkat Wisata (Mpok Siti) yang saat itu baru di launching ke khalayak umum, juga mengunjungi Taman Prasasti. Saya ingin melalui acara peluncuran buku saya, para undangan yang hadiri bisa merasakan “mengeksplorasi” kota Jakarta dengan cara yang kreatif.


(btw, video Liputan dari AlineaTV tentang peluncuran buku Do What You Lov dengan berkeliling Jakarta dengan bis tingkat wisata bisa disaksikan disini https://www.youtube.com/watch?v=CZ5LNupypSk

Berkat buku Normal is Boring dan Buku Do What You Love juga, saya banyak diundang sebagai pembicara/ trainer ke berbagai tempat di Indonesia untuk seminar atau workshop. Buku buku ini juga banyak dijadikan acuan di institusi pendidikan, juga diedarkan hingga ke Malaysia.

Dan saya masih punya cita cita kedua buku ini bisa diterbitkan dengan versi Bahasa Inggris dan bisa diedarkan lebih luas lagi ke berbagai negara, supaya lebih banyak lagi orang mendapat manfaat dari buku buku ini. Amiiin, semoga ada jalan terbuka menuju kesana.

Syukur Alhamdulilah penantian panjang saya selama bertahun tahun tak sia sia agar buku buku yg sesuai idealisme saya bisa terwujud,  ini yang namanya Semua Indah Pada Waktunya.

God has perfect timing . Never Early . Never Late. It takes a little Patience and a lot of Faith. But it’s really worth the wait.

PS : Buat teman2 yg mau membeli buku buku ini masih bisa didapatkan di Toko toko buku Gramedia Store atau bs juga dibeli online via www.mataharimall.com (ketik buku pengembangan diri) GRATIS ONGKIR dan bonus tanda tangan saya juga (pssst...tanda tangan saya bisa digunakan utk jimat juga loh...wkwkwk)

Terimakasih untuk komunitas LOVE OUR HERITAGE Amelia Devina Adjie Hadipriawan Putu Dinar dan Idfi Pancani yang telah membantu acara peluncuran buku Normal is Boring dan Do what you Love.. Ga bakal bs terwujud peluncuran buku yg nyeleneh ini tanpa bantuan besar kalian semua yg keceh.


Buku Kumpulan Lirik - My 1st Masterpiece






Kata orang, hobi atau hal yang kita senang lakukan sejak kecil, jika terus dipupuk bisa jadi panggilan hidup di kemudian hari.

Jaman SMP dulu, saya mulai seneng ngumpulin lirik lagu dalam buku, yang di tulis ulang dan hias sekreatif mungkin. Jaman dulu kan belum ada internet, ga gampang cari lirik lagu yg tinggal browsing kayak sekarang. Gara gara buku kumpulan lirik lagu yg saya buat, saya sampe cukup dikenal di kalangan temen temen seangkatan, karena buku kumpulan lirik ini sering dipinjem dan beredar ke kelas kelas lain.







Jadi ceritanya, dulu di Radio Sonora tiap minggu malem ada program "mendiktekan" satu lirik lagu pilihan, dimana penyiarnya membacakan bait per bait lirik lagu. Tiap minggu malam saya ga pernah lewatin acara itu. Dari acara itulah saya bisa dapatin lirik lagu lengkap , yang ternyata juga jadi cara efektif saya untuk belajar bahasa inggris. Selain itu saya juga bisa dapetin lirik sebuah lagu dari Kawanku Still, majalah remaja yg cukup ngehits banget saat itu , yang tiap edisi selalu ada satu lirik lagu pilihan.

Dari awalnya satu buku, buku kumpulan lirik ini sampe ada belasan. Bahkan beberapa sahabat sekolah saat itu Alin Malika dan Najla Unique mau jadi kontributor rutin untuk bantuin nulis lirik lagu di buku ini.
Hobi bikin buku kumpulan lirik lagu ini terus berlanjut hingga jaman SMA. Tapi saat itu mulai banyak dijual buku buku kumpulan lirik di pasaran/ toko buku. Akhirnya hobi bikin buku lirik lagu ini makin berkurang, apalagi saat itu saya makin sibuk main dg temen se-gang dan juga sibuk ama cowok kecengan, jadi perlahan hobi ini pun saya tinggalkan...wkwkwkwk



 


Tapi saya sadar sekarang ternyata dari hobi masa kecil inilah saya merintis karir saya sebagai Penulis Kreatif sampai sekarang. Dan Buku Kumpulan Lirik Lagu ini adalah My 1st Masterpiece ever.

Temans, ingatkah kamu dengan hobi yang senang hati kamu lakukan di masa kecilmu? Jika hal tersebut telah lama ditinggalkan, kenapa ga coba untuk lakukan kembali....mungkin saja panggilan hatimu ada disana.
...."Dimana hatimu berada, disitulah ada hartamu yang tak terhingga"






#CeritaPenulis #WriterStory

Cerita tentang buku pertamaku: Dari Curhatan di Blog ke Panggilan Hidup sebagai Penulis



Sekitar 10 thn lalu,saat masih jadi Reporter di RCTI dan ditempatkan bagian hiburan (infotainment), gue mulai sering nulis di blog www.iralennon.blogspot.com, dan sering curhat tentang pengalaman gue yang sering kali dianggap sebelah mata sbg wartawan infotainment.

Ga disangka sangka, tulisan2 gue di blog menarik minat mas Salman Faridi seorang editor senior di penerbit Bentang Pustaka yg lagi cari penulis untuk bikin buku biografi Tukul Arwana yg saat itu namanya sedang booming.. Saat dihubungi, gue langsung ditodong "Kamu mau ga nulis buku biografi Tukul Arwana?"

Dikasi tawaran gitu, gue sebenernya heran. "Kenapa saya?Kan saya belum pernah ada pengalaman nulis buku?"

Lalu sang editor tsb jawab. "Gapapa belum ada pengalaman, yang penting kan kamu bisa nulis. Nanti kan ada tim editor yang bantu benerin tulisan2mu. Yang paling penting, kamu mau ga ambil tantangan ini? ini bisa jadi buku pertama kamu "

Lah, gue dikasi tantangan kayak gitu, yah gue ambil lah. Akhirnya gue beranikan diri hubungi Tukul Arwana utk minta izin bikin biografi tentang dirinya. Saat itu , Tukul punya acara stripping (tayang tiap hari) di studio RCTI, jadi cukup mudah kalo mau ketemu Tukul.

Setelah ktm Tukul dan mengutarakan maksud gue, gue kaget denger tanggapan Tukul ;

"Kamu mau bikin buku biografi tentang saya?Emang kamu berani bayar saya 10 juta?"

iih...kan gue jadi jiper dengernya, dari mana gue dapet duit sebanyak itu. Eh tapi ternyata Tukul cuma bercanda.

Trus dia lanjut ngomong...."Lagian saya ini lagi sibuk banget loh,jarang banget ada waktu kosong. Kalo kamu bikin buku biografi tentang saya kan harus ngikutin saya kemana- mana buat wawancara. Kasian kamunya. Kalo kamu mau bikin buku tentang saya, kumpulin aja berita berita tentang saya, kan udh banyak tuh tulisannya di koran atau majalah."

Triiing......gue seperti melihat sosok malaikat hadir di depan gue.Duuuh murah hati banget ya Tukul, padahal saat itu dia lagi hot hot nya diberitakan sebagai Komedian Termahal di Indonesia.

Akhirnya dengan seizin Tukul, gue memulai "perjalanan" untuk menuliskan Bigorafi seorang Tukul Arwana, dengan memakai teknik data sekunder (dari artikel di koran,majalah dll) juga mewawancarai orang orang penting di sekitar Tukul sebagai narasumber. Ada sekitar 20 orang yang jadi narasumber gue untuk buku ini. Dari mereka semua gue jadi tau, Tukul memang sosok komedian yang spesial. Tidak seperti kebanyakan pelawak saat itu, Tukul jarang mengolok ngolok orang lain sebagai bahan lawakan. Dia malah menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan olokan. Dalam pergaulan sehari hari, Tukul juga lebih sering 'meninggikan" dan membuat orang lain merasa hebat. Semua orang merasa senang berada di dekat Tukul. Semua orang pingin kerja bareng Tukul . Pribadi Tukul yg sangat menyenangkan ini juga yang bikin karirnya melesat.

Saya menyelesaikan buku biografi ini selama tiga bulan, sambil harus berjibaku membagi waktu bekerja sebagai Reporter Infotainment dengan daya juang 7P (Pergi Pagi Pulang Pagi Padahal Penghasilan Paspasan) . Tapi gue mengerjakan buku ini dg hati gembira karena antusias akan menghasilkan buku pertama.

Begitu buku ini akan dirilis, gue berpikir ulang tentang tujuan hidup gue sebenernya (eugh beuradh !!),yg akhirnya gue sampai dg keputusan :Resign kerja dari TV, leaving the comfort zone, untuk mengejar cita cita jadi penulis. Tapi terbitnya buku ini adalah modal awal gue untuk memantapkan diri mengajukan pengunduran diri dari RCTI.

Waktu mau resign dari RCTI, gue sempet ditanya bos dan temen2 di " Lo mau pindah kerja kemana? "

Jawaban gue , "Ga pindah kerja kemana mana, gue mau mewujudkan cita cita gue jadi orang merdeka dan bahagia"....wwkwkwkwk...absurd banget yah mungkin jawaban gue kedengarannya

Buku "Biografi Tukul Arwana : Kumis Lele Rezeki Arwana' rilis di bulan April 2007, di bulan yang sama gue memutuskan resign dari RCTI dan memutuskan serius jd penulis. Dan sejak di buku pertama inilah, gue mengganti nama belakang gue jadi "Lathief" spy lebih gampang diinget dan ternyata jadi nama hoki.

Tapi gue bersyukur banget dengan pengalaman kerja jadi wartawan infotainment di RCTI, karena itulah yg akhirnya menuntun gue bisa punya buku pertama hingga kini udh belasan buku gue hasilkan.

One thing always leads to another, if we really following our heart

NB : Buku Biografi "Tukul Arwana Kumis Lele Rezeki Arwana' ini udah ga beredar lagi di toko buku. Tapi kalo mau baca, kamu bisa download gratis file nya disini http://www.downloadbuku.net/2013/01/tukul-arwana-kumis-lele-rezeki-arwana.html

 
#CeritaPenulis #WriterStory #CreativeWriting

"Ceritaku tentang Buku Buku Anak"




Mungkin masih belum banyak yg tahu, sebagian dari buku buku yang saya tulis adalah buku anak. Beberapa di antaranya adalah Seri Pengenalan Profesi : Aku Ingin Menjadi (AIM) yg diterbitkan oleh Penerbit Erlangga

Walaupun buku anak, tp saya mengerjakannya dg serius, dan penuh perjuangan (walaupun ga sambil bawa bawa bambu runcing) karena mengejar ngejar narasumber untuk jadi tokoh cerita.
Contohnya Buku AIM Pemain Sepakbola yg narasumbernya adlh Bambang Pamungkas , si "David Beckham" Indonesia. Demi mau wawancara Bambang yg saat itu dikenal sangat sulit didekati wartawan, saya sampe berhari hari nongkrongin lapangan bola tempat dia latihan dg Tim Persija. Akhirnya Bambang mau kasi janji ketemuan buat wawancara begitu saya bilang tujuannya untuk bikin buku anak. Pas ketemu eh wawancaranya malah sampe berjam jam karena dia seneng banget cerita ttg profesinya, dan dia pingin makin banyak anak Indonesia yg bercita cita jd pemain sepakbola profesional. 


Sedangkan Buku AIM Pengusaha yg narasumbernya adlh Pak Ciputra , sang begawan di dunia wirausaha. Untuk memahami pemikiran pemikiran Pak Ci, saya harus melalui masa pendidikan tiga bulan ditraining ttg Pendidikan Kewirausahan

Sedangkan Buku AIM Polisi saya buat karena terinspirasi oleh sahabat saya Wu Maryn yang berayahkan dan bersuamikan seorang Polisi dan juga kepingin anaknya nanti bisa jadi Polisi...hehehe
Khusus untuk AIM Sepakbola, entah kebetulan apa gak buku ini sepertinya makin laris manis tiap ada ajang Euro Cup atau World Cup....tapi ketiga seri buku AIM ini, Alhamdulilah responnya sangat baik...walaupun udh 6 tahun berlalu, tp buku buku ini terus cetak ulang dan saya masih terus menerima royalti dengan jumlah yg sangat lumayan dari buku buku ini.....alhamdulilah anak anak yg baca senang, tante penulis nya juga girang....hehehe



Buku buku anak yang saya tulis semuanya bisa didapatkan di Gramedia, toko toko buku kesayanganmu ataupun yg bukan kesayangan, atau di toko toko buku online... yuk belikan buat anak / keponakan Anda, jajanan awet...jajanan awet.....

*spesial thanks untuk editorku Niquen Hananti Hardjo yg udh kasi kesempatan saya nulis buku buku cihuy ini*

#WriterStory #CeritaPenulis #CreativeWriting

Salahkah Berkarya Untuk Motivasi Uang? (Ceritaku Tentang Buku Buku Humor Yang Dibuat Untuk Menghibur)






"Kok mantan wartawan bikin buku yang isinya ga penting?"
Seringkali pendapat orang lain tentang karya yang kita hasilkan membuat kita ingin berhenti. Dan ini adalah ceritaku. Cerita tentang buku bukuku yang untuk sebagian orang mungkin gak penting. Tapi sebaliknya untukku

Di tahun tahun pertama menjalani karir sebagai Penulis, saya membuat beberapa buku Humor, yang jujur saja, memang dibuat menyesuaikan selera pasar. Kepentingan komersil isilahnya. Tapi emangnya salah kalo kita berkarya untuk motivasi uang?

Jadi begini ceritanya gimana saya bisa menulis buku buku humor.
Suatu kali saya berkenalan dengan Mas Denny Indra (saat itu Editor senior dari Penerbit Mediakita. Mas Denny inilah editor yang pertama kali mengorbitkan Raditya Dika lewat buku “Kambing Jantan” yang fenomenal di tahun 2006. Dari Mas Denny saya tau, bahwa buku buku yang laku di pasaran adalah buku buku humor atau genre komedi yang bisa bikin orang ketawa ketawa. Mas Denny juga menantang saya untuk mengirimkan naskah tulisan humor kepadanya.

Saat itu saya lagi suka mengumpulkan rayuan rayuan gombal, yang saya dengar dari orang atau saya karang karang sendiri. Saya kirimkan draft naskah kumpulan rayuan gombal itu ke Mas Denny, yang ternyata langsung disetujui untuk diterbitkan. Mas Denny juga mengabari kepada saya kalo buku kompilasi rayuan yg saya buat akan langsung dicetak sebanyak 10.000 eksemplar di cetakan pertama. Ini sangat mengejutkan, karena umumnya buku edisi pertama (apalagi untuk penulis baru) hanya dicetak sebanyak 3000 eksemplar. Kok berani amat ya? Ga beresiko tuh? “Buku humor kayak gini pasti cepat laku di toko buku.”, begitulah alasan Mas Denny.

Buku “Kumpulan Rayuan Gombal “ yg saya tulis terbit di bulan April 2007. Waktu itu setau saya, di toko toko buku belum ada buku serupa yang mengkompilasi rayuan gombal. Dan prediksi mas Denny memang benar. Dalam satu bulan sejak buku “Kumpulan Rayuan Gombal “ rilis, penjualannya sangat bagus.

Mas Denny pun meminta saya bikin buku versi serupa. Dan ga lama kemudian, saya pun kembali menghasilkan buku serupa dengan judul ‘Kumpulan Rayuan SUPER Gombal”...wkwkwkw.. mungkin banyak orang senang digombalin, makanya dua buku saya itu bagus penjualannya hingga beberapa tahun, dan royalti yang saya terima pun bikin saya senyum senyum.


Waktu awal saya mengeluarkan buku buku kompilasi rayuan gombal, ada beberapa komentar seperti :
““Kok mantan wartawan bikin buku yang isinya gak penting?"
" Kok lulusan S2 bikin buku kayak gini? “

Awalnya saya keki sekali dengar komentar komentar seperti itu. Tapii...pada dasarnya saya emang tebel muka, jadi komentar kayak gitu saya anggap angin kentut dari orang. Emang ngeselin dan bau sih awalnya...tapi diemin aja, lama lama baunya juga bakal ilang sendiri...wkwkwkwk

Walaupun isi buku saya itu seperti main main , tapi saya ga pernah main main memperlakukan karya saya. Setiap kali buku saya terbit, saya selalu mempromosikannya dengan sedemikian rupa, bahkan mengirimkan postingan promosi panjang lebar tentang buku saya di sosmed dan milis milis yg saya ikuti, seolah olah buku humor yang saya buat itu adalah karya sastra agung...(kan udah gue bilang ,muka gue emang tebel...wkwkwk)

Di tahun 2008 dan 2009, saya juga membuat beberapa buku humor yang mengkompilasi tebak tebakan dan cerita cerita lucu. Ini berawal dari kesenangan saya jalan jalan di toko buku Gramedia, dan ngobrol dengan petugasnya. Dari mereka saya jadi tau kalo buku buku genre komedi dan humor selalu laku.
Hingga akhirnya saya bisa bertemu dengan Mba Be Ne dari Puspa Swara Publisher yang lalu menerima naskah buku kompilasi tebak tebakan lucu yang saya ajukan. Sejarah pun berulang, buku Mungkin teman teman saya benar, mungkin saya orang yang Hoki. Tapi yang ga banyak orang tau adalah saya serius melatih diri saya untuk “mendatangkan keberuntungan”.

Dan setau saya, orang orang yg punya hoki gede, lebih sering menggunakan kesempatan yang hadir di depan mata, daripada menyia nyikannya. Itu saja


Btw saya pernah menulis ttg “Hoki” di blog saya (Hoki : Bawaan atau bisakah dipelajari ?), jangan baca tulisannya di link ini atau kamu akan menyesal :)
http://iralennon.blogspot.co.id/2013/03/hoki-bawaan-lahir-atau-bisakah.html

Flashback dari pengalaman saya, terkadang saya suka menyayangkan kalo ada calon calon penulis yang terlalu idealis, punya keinginan bikin buku tapi terobsesi menjadikan naskah tulisannya sesempurna mungkin. Saking idealisnya, malah ga jadi jadi bukunya. Atau ada juga penulis baru yang setelah bukunya terbit, malah meremehkan sendiri karyanya, seperti ;

“Ah saya cuma bikin buku chicklit. Ga terlalu penting amat ”
“Ah saya kan cuma bikin kumpulan puisi.”
“Ah buku saya cuma diterbitkan oleh penerbit indie.”...dsb dsb...Buku kompilasi tebak tebakan yang saya buat pun penjualannya bagus, hingga akhirnya Mba Bene meminta saya membuat versi serupa. Hingga tiga buku humor saya hasilkan di penerbit Puspa Swara.

Mungkin orang senang dengan buku buku yg isinya ringan,ga perlu banyak mikir, dan bisa bikin ketawa saat membacanya. Karena itu, gak hanya diedarkan di Toko Buku, beberapa buku humor yang saya buat juga diedarkan di mini mart seperti Indomart dan Alfamart. Tidak itu saja, seorang teman yang waktu itu bekerja di provider layanan SMS berlangganan, meminta naskah dari buku buku humor itu untuk dijadikan content / materi SMS berlangganan...(kamu masih ingat kan beberapa waktu lalu sempet ada tren SMS SMS langganan gitu...nah saya termasuk yg dpt laba dari layanan itu...hehehe)

Beberapa teman pernah berujar kepada saya, “Loe itu emang hoki banget ya ra...rayuan gombal sama tebak tebakan lucu aja bisa dijadiin duit”
Lah kalo si penulis sendiri menganggap karyanya spt ini, gimana orang lain mau menganggap penting karyanya?

Jangan sepelekan dampak yg bisa ditimbulkan dari sebuah tulisan. Tulisan itu punya kaki kakinya sendiri, yang bisa berjalan jauh, jika kita percaya.

Jangan pernah meremehkan karya yang sudah (atau akan) kita hasilkan. Jika dirimu penulis, jangan sepelekan tulisanmu.
Tulisanmu bisa saja menyentuh hati orang lain. Tulisanmu bisa saja memotivasi seseorang untuk berbuat sesuatu. Tulisanmu mungkin bisa jd pelipur lara untuk orang yang sedang patah arah menghadapi hidup. Tulisanmu bisa berjalan sangat jauh.

Saya membuat buku buku humor karena saya selalu senang melihat orang lain gembira. Saya membuat buku buku humor untuk menyebarkan rasa gembira. Dan yang saya tau, menghibur orang lain itu berpahala . Titik tanpa koma .

Sekian dan Terima Royalti.

Baca Juga Yang Satu Ini

Pesta Mandi Bedak , Puncak Perayaan Tahun Baruan Kampung Tugu Yang Tak Kalah Seru Dengan Festival Songkran di Thailand

Tahukah Anda, di ujung utara Jakarta, ada sebuah kawasan yang merupakan kampung Kristen tertua di Jakarta dan juga di Indonesia?  ...