5 Hal Yang Harus Dilakukan di Cirebon dalam Sehari
Traveling ke Cirebon PP dari Jakarta dalam sehari? Kenapa Gak ?
Sejak adanya Tol Cipali , berwisata ke Cirebon jadi
berasa deket banget. Dari Jakarta naik mobil bisa sampe cuma dalam 3,5 jam,
kayak berasa ngacir ke Bandung aja.
Minggu lalu saya berwisata ke Cirebon bareng temen temen Travel Blogger , cuma satu hari aja PP (one day trip) tapi bisa eksplor banyak
di kota yang dijuluki “Kota Udang” dan “Kota Para Wali” ini.
Enaknya ngapain aja di Cirebon dalam satu hari? Banyak
yang seru seru loh , dari mulai "menyambangi" keluarga Kraton, berselfie ria di goa goa Sunyaragi yang punya
pemandangan yang menakjubkan, sampe berburu kuliner lokal dan berburu oleh oleh
legendaris khas Cirebon.
Anda berencana weekend gateway ke Cirebon , tapi cuma punya waktu satu hari? Ini dia 5
Rekomendasi “must thing to do” saat berwisata ke Cirebon.
1. Menyambangi Keluarga Kraton
(bagian depan Kraton Kasepuhan)
(bagian depan Kraton Kanoman)
Seperti halnya kalo jalan
jalan pertama kali ke Yogyakarta, belum lengkap kalo belum berkunjung ke Kratonnya,
apalagi jika Anda termasuk penyuka hal berbau sejarah dan budaya. Begitupun kalo berwisata ke Cirebon ga lengkap kalo belum ke Kratonnya.
Kesultanan Cirebon
adalah sebuah Kerajaan Islam terbesar di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16
Masehi, yang punya pengaruh hingga berbagai penjuru Pulau Jawa hingga
Sumatera. Kebesaran Islam di Jawa Barat
tidak lepas dari Kesultanan Cirebon dan peran Sunan Gunung Jati (Syarif
Hidayatullah) sebagai penyebar agama Islam. Jadi kalo kita berkunjung ke Kraton Kraton di Cirebon, kita
bisa ikut merasakan jejak kejayaan kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa.
Di Cirebon ada 4
Kraton sekaligus yang berada di dalam kota : Kraton Kasepuhan (dari kata Sepuh=
Tua), dan Kraton Kanoman ( dari kata Anom=muda), Kraton Kacirebonan, dan Kraton Keprabonan. Nah kalo mau coba berwisata ke Kraton di
Cirebon, dua Kraton Kasepuhan dan Kraton Kanoman adalah dua kraton yang paling
recommended untuk dikunjungi, antara lain karena letak kedua kraton ini hanya
berjarak 1 km saja
(bagian dalam Kraton Kasepuhan)
(bagian dalam Kraton Kanoman)
Kraton Kasepuhan adalah
Kraton yang termegah dan paling terawat.
Di dalam bagian Kraton ini banyak gapura gapura seperti banyak di dapati pada candi candi Hindu. Di dalam komplek kraton ini juga ada Museum Singa Barong yang menyimpan kereta kencana (Kereta Singa Barong) yang dahulu sering digunakan keluarga raja , dan desainnya punya pengaruh dari tiga bangsa. Kereta Singa Borong ini konon merupakan kereta kencana kerajaan tercantik di dunia, versi seorang Belanda yang ahli reparasi kereta kerajaan di berbagai dunia.
(patung dua Singa di depan Museum Singa Barong -Kraton Kasepuhan, penampakan singa nya unyu unyu)
(Kereta Singa Barong, bukti pengaruh budaya Cina, Arab, dan India di Kesultanan Cirebon)
Sedangkan di Kraton Kanoman, kita bisa melihat banyak barang barang peninggalan
Sunan Gunung Jati, termasuk sumur sumur yang dahulu sering ia gunakan.
Di dalam Kraton Kanoman ini, kita bisa masuk (dan berselfie ria) hingga ke halaman belakang juga ke
dalam area utama tempat terdapat singgasana Sang Raja. Jadi kita bisa duduk
duduk di area singgasana, itung itung ngerasain jadi Raja dan Ratu sehari ala
Kraton Cirebon.
Yang unik itu, di semua interior , termasuk pada gambar ubin
dan dinding dinding Kraton ada banyak terlihat pengaruh Arab, Cina dan Belanda yang menujukkan Kesultanan Cirebon pada masa jayanya sangat terbuka dengan berbagai pengaruh budaya
asing, makanya dinamakan Cirebon (dari kata Caruban = bersatu padu).
(bagian singgasana Raja)
Di bagian halaman
belakang Kraton Kanoman, juga terdapat situs Sumur yang dahulu digunakan Sunan Gunung Jati. Disana ada tiga sumur yang dipercaya punya khasiat tertentu jika kita membasuh atau
mandi dengan air dari sumur tersebut. Ada sumur yang airnya berkhasiat awet
muda, ada sumur yang berkhasiat enteng jodoh, dan ada sumur yang berkhasiat
kejayaan, dan kata sang pemandu sering dikunjungi oleh orang orang yang sedang
nyaleg atau nyalon jadi pemimpin daerah tertentu...wuuuiih... mumpung lagi
berada disana, jadi saya dan beberapa temen blogger juga nyobain membasuh air
dari ketiga sumur...ya siapa tau aja beneran berkhasiat awet muda, enteng
jodoh, dan berjaya ...hihihi...amiin...
(Sumur sumur di Kraton Kanoman, sumber foto : rizkooblogsite.blogspot.com)
Hingga
kini, para
anggota keluarga kesultanan Cirebon
masih tinggal di keempat kraton tersebut.
Jika beruntung, saat berkunjung ke kraton kraton tersebut, kita bisa
bertemu langsung dengan anggota keluarga kraton. Saat di Kraton
Kasepuhan, saya bisa melihat para keluarga kraton lengkap dengan busana
tradisional, sedang bersiap siap untuk keperluan syuting promosi
Festival Kraton Nusantara yang di bulan September 2017 akan
diselenggarakan di Cirebon.
Sedangkan
saat di Kraton Kanoman, saya
bertemu dengan dua anak keluarga Kraton, yang sedang asyik bermain
sepedahan di
halaman belakang. Saya juga tadinya gak ngeh kalau anak anak itu
keluarga kraton, kalau gak dikasi tau sang Pemandu Wisata yang
mendampingi kami.Ternyata
anak anak dari keluarga kraton ga beda jauh dengan anak anak
tetangga di komplek rumah saya, sama sama suka main sepedahan dan sama
sama ingusan...hehehe
Kalo berkunjung ke Kraton, disarankan
memakai jasa pemandu wisata lokal supaya bisa dapat info dan cerita cerita menarik
tentang Kraton. Biasanya para pemandu wisata lokal, banyak ditemui nongkrong di depan gerbang Kraton. Jalan Jalan ke Cirebon, ga
lengkap kalo ga berkunjung ke Kratonnya.
Alamat Kraton Kasepuhan : Jl. Kasepuhan no.
3, Kraton Kanoman : Jl. Winaon, Kp Kanoman.Untuk Kraton Kanoman tidak ada biaya tiket
masuk. Kraton Kasepuhan Harga Tiket Rp 15.000 / weekday , Rp 20.000 / weekend. Jam
Buka: Tiap hari 08.00 – 17.30 . Fee Pemandu : Rp 50.000/jam) .
2. Berselfie Ria di Gua Gua Sunyaragi dengan Pemandangan Menakjubkan
Ada satu tempat yang ga
boleh banget Anda lewatkan saat berkunjung ke Cirebon, namanya Goa Sunyaragi.
Jangan bayangkan Goa disini seperti Goa kebanyakan yang gelap dan spooky. Tempat yang saya maksud disini merupakan
bagian dari Taman Sari Sunyaragi. Jadi Taman Sunyaragi ini adalah kawasan seluas 15 hektar di kaki
bukit, yang memiliki banyak goa goa buatan yang
dirancang sebaga tempat meditasi/bersemedi raja raja Cirebon ratusan
tahun lalu.
Sunyaragi sendiri berasal
dari bahasa Sansekerta, yaitu Sunya (sepi), dan Raga (badan). Saya sungguh
terkesima melihat ada kawasan meditasi seindah tempat ini, dimana Goa Goa
disana adalah Goa Goa buatan dibuat dari batu batu karang, yang katanya sengaja
didatangkan dari Pantai Selatan laut Jawa.
Kalau Kita memasuki satu
persatu Goa di Sunyaragi ini, seperti masuk ke dalam area labirin labirin batu
karang yg tentunya di rancang dengan sangat jenius. Berada disini aura nya
seperti mistis dan magis sekaligus memberikan ketenangan. Kalau berkunjung ke Cirebon,
Taman Sunyaragi ini salah satu tempat yang harus banget dikunjungi apalagi buat
para pencinta pepotoan, karena setiap sudut di tempat ini sungguh
Instagrammable.
Konon juga,ada kepercayaan
dari masyarakat sekitar, kalau mau
enteng jodoh bisa pergi ke Gua Sunyaragi ini . Entah gimana awalnya ada mitos
enteng jodoh seperti itu di Gua Sunyaragi . Tapi yang jelas kalo berkunjung kesini suasana hati berasa jadi damai dan enteng.
Alamat Taman Sari Gua
Sunyaragi : Sunyaragi, Kosambi
Harga
Tiket Rp 10.000, dan Jam Buka: Tiap hari 08.00 – 17.00 .
3. Blusukan ke Pasar Kanoman
Buat saya, saat traveling ke
suatu tempat baru, mengunjungi pasar tradisionalnya adalah cara asyik buat
shopping murmer, sekaligus untuk bisa mengenal budaya setempat. Nah Pasar
Kanoman di Cirebon ini seperti halnya Pasar Beringhargjo di Yogya, yang ada di
list “must visit place “ oleh para wisatawan yang datang dari luar kota.
Letak
Pasar Kanoman ini berada di depan arah masuk Kraton Kanoman, jadi kalo
berkunjung ke kraton Kanoman, jangan lewatkan juga blusukan di Pasar Kanoman
yang juga jadi ikon pasar wisata Cirebon yang sudah ada sejak jaman kejayaan
Kerajaan Cirebon. Yang unik dari Pasar Kanoman ini adalah selain gerbangnya
berupa gapura, juga bangunannya masih kental ala kolonial Belanda.
(krupuk Melarat khas Cirebon, dimasak dengan pasir)
Di Pasar Kanoman ini, kita
juga bisa hunting aneka batik termasuk batik dengan motif “Tegal Parang” khas
Cirebon, tentu dengan harga murmer dan
bisa ditawar. Selain itu kita juga bisa dapetin aneka oleh oleh dan camilan lokal. Kalau ke Pasar Kanoman, jangan lewatkan beli Krupuk Melarat atau aneka krupuk udang atau terasi khas Cirebon.
4 .Berburu Kuliner Khas Cirebon
Jalan jalan ke Cirebon ga seru tanpa berburu kuliner khas
lokalnya. Ada banyak makanan khas yang harus dicoba selama berada di Cirebon, di antaranya adalah Tahu Gejrot , Nasi Jamblang, Nasi Lengko atau Empal Gentong. Untuk Tahu Gejrot sih banyak dijual di Jakarta tapi ga ada salahnya makan di tempat asalnya.
(Nasi Jamblang)
(Nasi Lengko)
Kalo Sego Lengko (Nasi Lengko) ini mirip Nasi Pecel, dengan lauk tempe, tahu goreng , dan toge
rebus dan sayur sayuran lalu disiram bumbu kacang. Sedangkan Nasi Jamblang
adalah makanan khas dari Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon, yaitu semacam nasi
rames tapi penyajiannya menggunakan daun pisang, dan biasa dihidangkan
prasmanan. Sedangkan Empal Gentong
adalah sejenis dengan gulai (gule) dengan isi daging, babat atau usus, yang
berasal dari Desa Battembat.
Di Cirebon, kita bisa dengan mudah menemukan Nasi Lengko
atau Nasi Jamblang di pedagang kaki lima atau di rumah rumah makan. Tapi kalau
mau petualangan kuliner yang lebih spesial, ada tempat makan yang recommended
untuk kuliner khas itu. Untuk Nasi Jamblang, cobain ke Mang Dul yang jadi favorit
Presiden SBY saat berkunjung ke Cirebon.
Lokasinya di Jl. Cipto Mangunkusumo no. 4. Seporsi nasi jamblang Mang Dul lengkap dengan
aneka lauk seharga Rp 15.000. Untuk Nasi
Lengko yang paling legendaris adalah
milik H. Barno di Jl. Pagongan yang jualan sejak tahun 1968. Kalo
Nasi Lengko H. Barno antriannya panjang banget, bisa juga melipir ke
cabangnya di Jalan Bahagia, ga jauh dari
pusatnya di Jl. Pagongan. Paling enak
itu makan nasi lengko dengan Sate Kambing. Beuuuh.. mantaappp!
(Empal Gentong H. Apud)
Sedangkan untuk
Empal Gentong, cobain deh di RM. Empal Gentong H. Apud, di Jl. Juanda , Desa Battembat, yang belum lama
bikin heboh di berita karena dikunjungi rombongan Presiden Jokowi. Kata orang
orang Cirebon, Empal Gentong H. Apud ini paling terkenal, dan juga autentik
karena berada di Desa tempat asal Empal Gentong . Seporsi Empal Gentong H. Apud
dibandrol Rp 18.000 saja. Nah mumpung
lagi di Cirebon, sempetin mampir ke tempat Empal Gentong pilihan orang no.1 di
Indonesia, ya nggak ? Baca juga disini referensi 6 Empal Gentong yang mesti dicoba di Cirebon.
(Rombongan Presiden Jokowi di Empal Gentong H. Apud, foto Detik.com)
5. Berburu Oleh Oleh Khas Cirebon
Rasanya ga lengkap jalan-jalan
ke Cirebon tanpa bawa pulang "buah tangan" buat orang rumah. Nah, kalo Anda ingin belanja oleh oleh
khas Cirebon dengan suasana yang lebih nyaman dan ber-AC, ga terlalu padet orang seperti di
pasar tradisional, bisa juga datang ke
Pusat Oleh Oleh modern yang kian bertebaran di Cirebon.
Di Pusat Oleh oleh modern
seperti ini, selain menjual berbagai
camilan khas Cirebon, biasanya
juga banyak juga dijual batik dengan cukup terjangkau (walaupun sedikit mahal
dari yang dijual di Pasar Kanoman). Suvenir batik Cirebon seperti dompet, sandal dll juga banyak pilihannya disini.
(Pusat Batik Trusmi)
(Toko Daud)
Ada beberapa pusat oleh oleh
yang recommended di Cirebon seperti Kampung Batik Trusmi / Pusat Grosir Batik
Trusmi di Jl Trusmi Kulon No 148, Plered.
Batik Trusmi ini adalah pusat batik yang paling terkenal seCirebon.
Disini kita bisa dapatkan batik tulis cetak, aneka suvenir batik hingga camilan
khas Cirebon. Yang asyik, kita bisa
melihat langsung pembuatan batiknya disana.
(mau kalap liat dompet batik beginian cuma 15ribu-an)
Ada juga Toko Daud di Jalan Sukalila Utara No 4D, dekat dengan Pasar Pagi
Cirebon, yang merupakan salah satu tempat langganan Sultan Cirebon untuk beli
oleh-oleh lho. Kalau melipir ke toko oleh oleh seperti ini, jangan sampe kelupaan beli Sirup Champolay, sirup legendaris asal Cirebon. Atau juga Krupuk Gapit, krupuk khas Cirebon, dari mulai yang rasa original (gurih) atau yang versi modern dengan banyak varian rasa seperti Coklat, vanila, dll.
(krupuk gapit aneka rasa)
Btw ini dia lima oleh oleh
khas Cirebon yang recomended untuk dibeli saat melipir ke Sentra Oleh Oleh : 1.
Krupuk Melarat , 2. Sirup Champolay (terutama rasa Pisang Susu), 3. Terasi
Udang, 4. Krupuk Gapit , 5. Suvenir Batik
(Sirup Champolay legendaris asal Cirebon, salah satu oleh oleh wajib khas Cirebon)
Rasanya sih waktu plesiran ke Cirebon dalam satu hari saja masih
kurang, sayangnya rombongan para travel blogger kompasiana kudu balik karena
banyak undangan lain menunggu di ibu kota...hehehee
Tapi mau banget sih balik lagi berwisata ke Cirebon untuk eksplor lebih banyak lagi ,
mungkin next trip enaknya pergi sama pasangan kali ye....cieee ...cieeee